JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menegaskan bahwa operasional RDF Plant Rorotan tidak dijalankan secara penuh, melainkan bertahap dan dengan pengawasan ketat sejak proses pengangkutan hingga pengolahan sampah.
Hal itu dilakukan DLH DKI Jakarta sebagai jawaban atas keluhan masyarakat terkait potensi bau, pencemaran, dan dampak lingkungan,
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan bahwa RDF Plant Rorotan saat ini masih beroperasi secara terbatas, lima hari dalam seminggu dengan dua shift kerja. Sementara Sabtu dan Minggu dimanfaatkan khusus untuk kegiatan pembersihan dan penataan area operasional.
“Kami memahami kekhawatiran warga. Karena itu, operasional RDF Rorotan tidak langsung dijalankan pada kapasitas maksimal 2.500 ton per hari. Kami mulai dari 200 ton per hari, kemudian naik menjadi 400 ton, 600 ton, dan secara bertahap menuju kapasitas 1.000 ton per hari sesuai arahan Bapak Gubernur,” ujar Asep. Pada, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, pasokan sampah yang diolah berasal dari enam kecamatan di Jakarta Utara dan lima kecamatan di Jakarta Timur. Dalam setiap tahap peningkatan kapasitas, DLH memastikan seluruh sistem pengendalian emisi dan kebauan berfungsi optimal dan sesuai standar teknis.
Selain proses pengolahan, perhatian besar juga diberikan pada aspek pengangkutan sampah yang selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama warga. Asep menegaskan, pengiriman sampah ke RDF Plant Rorotan hanya menggunakan truk compactor tertutup hasil pengadaan tahun 2024 dan 2025.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











