“Tidak ada lagi kendaraan terbuka yang masuk ke RDF Plant Rorotan. Truk compactor tertutup ini dirancang untuk mencegah bau dan ceceran air lindi di sepanjang jalur pengangkutan,” tegasnya.
DLH DKI Jakarta juga mengoperasikan pos pantau di dua titik akses utama dari arah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Di pos tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan, termasuk memastikan bak tertutup rapat dan penampungan lindi tidak bocor.
“Kendaraan yang tidak memenuhi SOP langsung kami hentikan dan kami minta kembali ke lokasi asal. Selama hampir empat pekan terakhir, tidak ada keluhan masyarakat terkait ceceran air lindi di sepanjang rute menuju RDF Plant Rorotan,” jelas Asep.
Meski dalam beberapa waktu terakhir Jakarta dihadapkan pada cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, DLH DKI Jakarta memastikan langkah mitigasi terus dilakukan melalui penyesuaian teknis operasional di lapangan.
“Prinsip kehati-hatian menjadi pegangan kami. Semua proses kami kawal ketat agar pengelolaan sampah berjalan aman, terkendali, dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penguatan teknologi dan pengendalian lingkungan, Asep menegaskan adalah bagian dari upaya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab. “Fasilitas ini dibangun agar Jakarta tidak mengalami krisis pengelolaan sampah seperti beberapa daerah,” pungkas Asep. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











