“Kita ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan mulai menata kembali kehidupan sosial serta ekonomi mereka. Huntara ini menjadi jembatan menuju pemulihan yang lebih permanen,” katanya.
Evi Yandri menjelaskan, Huntara Mandiri Kapalo Koto tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang kebutuhan dasar penghuni.
Setiap unit dilengkapi perlengkapan rumah tangga, seperti peralatan dapur dan tempat tidur, serta fasilitas sanitasi berupa Mandi, Cuci, Kakus (MCK) yang dibangun terpisah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Kolaborasi lintas pemerintahan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pusat, termasuk keterlibatan Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasco Ruseimy serta Staf Khusus Kepresidenan Raffi Ahmad, yang turut mendorong percepatan realisasi Huntara Mandiri di lokasi terdampak bencana.
Sinergi ini menjadi contoh kuat bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama antara legislatif, eksekutif daerah, dan pemerintah pusat agar bantuan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan mulai dihuninya Huntara Mandiri Kapalo Koto, diharapkan beban para korban banjir bandang dapat berkurang, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan menuju kehidupan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












