Negara-negara dari Kawasan Asia Pasifik yang telah menerima kerja sama bilateral dengan Indonesia antara lain Jepang, Korea Utara, China, dan Timor Leste. Sementara itu dari Kawasan Eropa terdapat negara Kroasia, Denmark, Prancis, dan Belanda. Dan adapun dari kawasan Timur Tengah dan Amerika, terdapat negara Oman dan Honduras.
Adapun peran aktif Menlu Sugiono dalam kerja sama multilateral antara lain mendorong revitalisasi peran ASEAN, menginisiasi sistem yang lebih berkeadilan di G-20, mendorong reformasi PBB agar lebih inklusif, dan mendorong penguatan peran OKI dalam mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah dan Dunia.
Selain itu, Menlu Sugiono juga berpartisipasi dalam forum strategis lainnya seperti SCO (Shanghai Cooperation Organization) di China dan memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang yang bergabung dalam organisasi D-8 (Developing-8).
Dengan begitu banyaknya prestasi yang dicapai oleh Menlu Sugiono dalam berbagai forum diplomasi global, dapat disimpulkan bahwa kritik yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal hanya merupakan pepesan kosong.
Kritik Dino lebih bertendensi personal karena merasa tidak mendapatkan perhatian dari Menlu Sugiono. Hal tersebut semakin menunjukkan kapasitas Dino yang belum matang sebagai mantan diplomat selama 40 tahun.
Dino perlu meniru kiprah mantan Menlu Retno Marsudi yang hingga kini aktif di forum-forum internasional sebagai utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk isu air. Bahwa kemampuan dan kapabalitasnya didedikasikan untuk kemajuan dunia.
Sebagai orang yang mengklaim sesepuh Kemenlu, Dino seharusnya tidak menambah beban tugas Menlu Sugiono. Dino juga tidak pantas ikut-ikutan ingin diperhatikan Menlu. Tugas Menlu yang utama adalah memperkuat diplomasi Indonesia di pentas global. Bukan melayani permintaan personal yang mengatasnamakan ormas.
Selain itu, Dino tidak perlu menjadikan keluhan segelintir diplomat sebagai kayu bakar untuk mengkritik kinerja Menlu. Seharusnya sebagai mantan diplomat, Dino memberikan solusi agar para diplomat yang mengeluh tersebut lebih produktif bekerja untuk bangsa dan negara.







