IPSI Sumbar Siapkan Gebrakan Besar 2026, Wagub Vasko Tekankan Kebangkitan Silek Tradisi

Otonominews
IPSI Sumbar Siapkan Gebrakan Besar 2026, Wagub Vasko Tekankan Kebangkitan Silek Tradisi
120x600
a

Dirinya bahkan mengusulkan agar IPSI Sumbar membuat agenda yang menghadirkan seluruh atlet silat di Sumbar dalam satu kegiatan besar di ruang terbuka, bukan di matras agar nilai-nilai tradisi dapat dirasakan secara lebih nyata.

Lebih jauh, Vasko kembali menekankan pentingnya kerja kolektif di internal organisasi. Ia meminta pengurus IPSI kabupaten/kota dan provinsi mengedepankan kolaborasi dan meninggalkan perdebatan yang tidak produktif.

Pembagian program per bidang dinilai dapat membantu kerja organisasi menjadi lebih terarah dan sistematis.

“Kita ingin tercatat dalam sejarah sebagai generasi yang kembali menghidupkan silek tradisi di Sumbar,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah menuntaskan pembayaran bonus atlet dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Sumbar Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik di Festival Perhutanan Sosial Nasional 2025

Hubungan baik antara gubernur dan wakil gubernur, menurutnya, harus dijaga guna memastikan pembinaan olahraga berjalan tanpa hambatan.

Pada kesempatan yang sama, Vasko Ruseimy juga menyinggung pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2026 mendatang.

Ia menyebutkan bahwa Porprov akan digelar dengan melibatkan beberapa kabupaten/kota sebagai tuan rumah.

“IPSI diharapkan mengambil peran besar dan turut memperkuat posisi pencak silat sebagai cabang olahraga unggulan sekaligus kebanggaan daerah,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum KONI Sumbar, Alvira, menekankan bahwa pembangunan olahraga tidak bisa berhenti pada pencapaian prestasi semata.

“Keberlanjutan ekonomi atlet perlu menjadi perhatian pemerintah daerah agar para atlet berprestasi tidak berpindah ke daerah lain karena alasan kesejahteraan. Regulasi mengenai perpindahan atlet memang ada, namun aspek pembinaan jangka panjang tetap menjadi hal yang lebih penting,” katamya.

Baca Juga :  Kabupaten Limapuluh Kota jadi Tuan Rumah Upacara HUT PGRI ke-78 Tingkat Sumbar

Alvira menjelaskan bahwa indikator keberhasilan olahraga setidaknya terdiri atas tiga komponen, yakni perkembangan cabang olahraga, tumbuhnya industri olahraga, dan kontribusi ekonomi kepada masyarakat.

“Pencak silat dapat menjadi kekuatan ekonomi baru jika dikelola secara profesional, sehingga kehadiran atlet dan kontingen dari berbagai daerah bisa memberikan dampak bagi pelaku usaha lokal,” katanya.

Perwira Menengah (Pamen) Polri itu mengatakan, pengelolaan olahraga modern tidak bisa hanya mengandalkan individu yang berlatar belakang olahraga.

“Dibutuhkan pula dukungan dari mereka yang bergerak di bidang manajemen, ekonomi kreatif, budaya, hingga pemasaran agar olahraga dapat berkembang secara utuh. Saya berharap raker tahun ini mampu menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia silat di Sumbar,” tuturnya. (adpsb)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *