Lebih lanjut, Gubernur Pramono menilai karakter masyarakat Karo, yang dikenal pekerja keras, disiplin, menjunjung tinggi kehormatan, serta berorientasi pada hasil, sebagai teladan yang menginspirasi dirinya dalam menjalankan amanah memimpin Jakarta.
“Kehormatan yang saya terima melalui marga Sebayang ini sangat berarti, karena saya memahami betapa tingginya nilai disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab dalam masyarakat Karo. Mereka telah berperan besar dalam mendukung pembangunan Jakarta,” tuturnya.
Ia juga menyoroti nilai-nilai Rakut Sitelu, yang menjunjung kesetiaan, solidaritas, dan persaudaraan sebagai fondasi penting dalam kehidupan masyarakat Karo. “Saya kini menjadi bagian dari keluarga Sebayang. Dalam Rakut Sitelu, saya turut terikat dalam nilai-nilai tersebut. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Bapak dan Ibu sekalian,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono turut mengenang sejumlah figur masyarakat Karo yang pernah ia kenal, salah satunya almarhum Sembiring Meliala, tokoh nasional yang bersamanya di DPR RI pada 1999. “Beliau adalah contoh sederhana namun kuat tentang bagaimana karakter masyarakat Karo terbentuk, tegas, berpendirian, berani, namun tetap hangat dan penuh humor,” ucapnya.
Peneguhan marga ini juga menjadi momentum bagi Gubernur Pramono untuk menyampaikan penghargaan terhadap kontribusi masyarakat Karo di Jakarta. Menurutnya, sifat santun, lugas, mandiri, dan tidak berlebihan telah menjadikan masyarakat Karo sebagai bagian penting dalam ekosistem sosial, ekonomi, dan kebudayaan Jakarta. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












