Kepercayaan Rakyat pada Polri Mencapai 76,2 Persen, Bukti Reformasi Polri Sudah Efektif

Otonominews
Kepercayaan Rakyat pada Polri Mencapai 76,2 Persen, Bukti Reformasi Polri Sudah Efektif
Ir. R Haidar Alwi, MT
120x600
a

Oleh: R. HAIDAR ALWI (Pemikir Bangsa/Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB)

PENINGKATAN kepercayaan masyarakat terhadap Polri hingga mencapai 76,2 persen dalam survei Litbang Kompas Oktober 2025 adalah pencapaian luar biasa yang layak diapresiasi.

Angka ini bukan sekadar refleksi dari keberhasilan komunikasi publik atau perbaikan citra, melainkan bukti bahwa Polri mampu bekerja dengan cepat, terukur, dan adaptif dalam memulihkan legitimasi institusi pasca ujian berat kerusuhan Agustus 2025.

Dalam waktu singkat, Polri menunjukkan kemampuan untuk membalikkan tekanan opini publik, mengembalikan rasa percaya masyarakat, dan memastikan kembali posisi sebagai salah satu pilar utama keamanan nasional.

Baca Juga :  Transjakarta Mampu Mengatasi Kemacetan, Gubernur Pramono: Kecuali Jalan TB Simatupang Masih Horor

Keberhasilan ini tidak terjadi secara spontan. Di baliknya terdapat peran strategis Tim Transformasi Reformasi Polri yang dibentuk langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai mesin penggerak perubahan dari dalam.

Tim ini bukan hanya simbol reformasi, melainkan instrumen manajerial yang memastikan setiap lini organisasi bergerak serempak menuju ke arah yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Meskipun tim tersebut baru dibentuk sekira 3-4 pekan menjelang survei Litbang Kompas dilaksanakan, sesungguhnya Kapolri telah mengambil langkah reformasi sejak satu atau dua hari pasca kerusuhan. Bagaimana mengendalikan situasi, memberikan keadilan bagi korban, serta menindak pelaku secara transparan.

Baca Juga :  Haidar Alwi Tegaskan Uranium dan Thorium Adalah Amanat Kedaulatan Energi Bangsa Indonesia!

Reformasi yang dijalankan Polri kali ini terasa lebih konkret. Terlihat dalam peningkatan kualitas pelayanan administratif, respon cepat terhadap laporan masyarakat, dan peningkatan sikap humanis aparat di lapangan.

Polri tidak lagi sekadar menegakkan hukum, tetapi juga memperbaiki cara mereka dipersepsikan dan dirasakan oleh masyarakat.

Yang menarik, peningkatan kepercayaan masyarakat terjadi di tengah ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi terhadap kinerja aparat. Di era keterbukaan informasi, satu kesalahan kecil dapat langsung viral dan menciptakan krisis reputasi.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *