Komitmen memperkuat partisipasi warga juga terus digerakkan. Salah satunya melalui pembentukan Dubalang Kota Padang pada 30 Oktober lalu, yang menjadi bagian dari Program Unggulan “Padang Sigap.” Dubalang berperan sebagai mata dan telinga masyarakat dalam mencegah gangguan Trantibum sejak dini.
“Kami ingin penegakan ketertiban ini berjalan humanis. Pendekatan persuasif tetap menjadi kunci, namun kita butuh kebersamaan agar aturan bisa hidup di tengah masyarakat,” tutup Tarmizi.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Padang, Chandra Eka Putra, menyampaikan bahwa Perda baru ini menjadi landasan yang memperkuat Program Unggulan “Padang Amanah.”
“Perda ini menghadirkan banyak pembaruan penting. Tugas kami adalah memastikan implementasinya berjalan baik, tentu dengan menggandeng masyarakat sebagai mitra utama,” jelas Chandra.
Melalui sosialisasi ini, Pemko Padang berharap budaya tertib menjadi bagian dari identitas kota. Bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi untuk membangun lingkungan yang nyaman bagi siapa pun yang hidup dan beraktivitas di dalamnya.(Ridwan/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












