NAGARI Sulit Air, yang terletak di Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, memiliki sebuah kuliner khas yang menjadi kebanggaan masyarakat setempat: Samba Itam. Hidangan ini bukan sekadar makanan, tetapi simbol tradisi dan identitas budaya Minangkabau dari daerah Sulit Air.
Keunikan Samba Itam terletak pada warna hitam pekatnya. Warna ini berasal dari bahan khusus yang disebut Biji Pohon Galundi.
Proses pembuatannya cukup unik dan penuh filosofi. Biji Galundi terlebih dahulu dimasak hingga gosong, lalu ditumbuk halus hingga menjadi bubuk berwarna hitam.
Bubuk ini kemudian dicampurkan ke dalam gulai ayam yang sudah dimasak 3/4 matang bersama bumbu tradisional seperti cabai, bawang putih, kunyit, lengkuas, garam, dan merica.
Hasilnya adalah hidangan dengan rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas, membuat siapa pun yang mencicipinya langsung jatuh cinta. Bagi masyarakat Sulit Air, Samba Itam adalah sajian wajib pada acara adat, perhelatan besar, hingga jamuan tamu kehormatan.
Pada tahun 2016, Samba Itam mencatat sejarah dengan meraih Rekor MURI. Sebanyak 481 tungku digunakan untuk memasak Samba Itam secara serentak dalam rangka Hari Jadi Nagari Sulit Air ke-195.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











