JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Gandi Parapat mempertanyakan gerakan Ephorus HKPB yang getol menyerukan agar perusahaan Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup.
Gandi mengaku tidak habis pikir, apa sebenarnya masalah Ephorus HKBP dengan Toba Pulp Lestari (TPL) sehingga berjibaku secara akbar menyuarakan tutup TPL. Seruan itu disampaikan dalam sebuah gerakan di Jakarta, 8 Agustus 2025.
Atas hal itu Gandi dan Rivai Silaban dari Medan ke Bogor menjumpai MS Kaban agar berkenan memberi pemikiran tentang masalah yang disuarakan Ephorus tutup TPL.
Ephorus dan para Pendeta bekerja di luar tugasnya sebagai Pengembala menciptakan masyarakat rukun dan damai, namun justru gerakan itu telah menimbulkan perpecahan di antara jemaat HKBP sendiri.
Mungkin banyak jemaat yang tidak tahu dan tidak sadar bahwa acara doa bersama di Tugu Proklamasi telah menjadi ajang demonstrasi dan protes terhadap Perusahaan yang justru menerima banyak penghargaan dari Pemerintah.
MS Kaban, di tengah kesibukan dengan keluarga, kader-kader yang silih berganti datang, seperti biasa mau menerima kehadiran Gandi dan Rivai, “Wah sudah lama ya bagaimana kabar saudara-saudara kita di Medan?,” kata Kaban.
Gandi pun menjawab “baik bang”.
Ia bertanya apa sudah tau ramai masalah TPL sampai Ephorus HKBP sangat ambisi agar TPL ditutup, dengan alasan merusak lingkungan. Padahal pemerintah menyatakan tidak merusak lingkungan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











