Tim Investigasi DPP- LPP Tipikor RI: RAB Dana Desa Puraka I 2024 Seilepan Diduga Fiktif

Tim Investigasi DPP- LPP Tipikor RI: RAB Dana Desa Puraka I 2024 Seilepan Diduga Fiktif
120x600
a

PANGKALAN BRANDAN, OTONOMINEWS.ID –  Penggunaan Dana Desa (DD) yang digelontorkan Pemerintah Pusat ke daerah daerah dari ratusan juta hingga mencapai milyaran rupiah tiap desa,  demi memajukan pembangunan insfrastruktur   pelayanan di desa, dan kemakmuran di suatu desa – sepertinya masih jadi tanda tanya besar.

Karena  masih banyak  oknum-oknum Kepala Desa (Kades)  nakal yang ingin memperkaya diri sendiri dan kelompoknya, dengan membuat rekayasa laporan Rencana Anggaran Belanja (RAB). Tapi, dalam pengerjaan proyek realisasinya tidak sesuai di lapangan.

Baca Juga :  Jembatan Silotuha Rusak Parah! Warga Hutabayu Raja Desak Proyek Bronjong Rp3 Miliar Distop!

“Ironisnya lagi, tidak dikerjakan alias fiktif. Sehingga, dana desa yang seharusnya di gunakan untuk pembangunan malah disalahgunakan untuk Kepentingan pribadi maupun kelompoknya,” kata  M. Alfi Syahrin, Deputi  Tim Investigasi LSM DPP-LPP Tipikor RI kepada sejumlah wartawan, Jumat (7/11/2025).

Padahal, lanjut dia, perintah Presiden  Prabowo jelas intruksikan sikat habis Kepala Desa yang tidak menjalankan perintahnya melalui apatur Jaksa  Kepolisian dan KPK.

Baca Juga :  Bawaslu Padang Lawas Terima Gugatan Paslon Pilkada Ilham-Maruli

Seperti yang terjadi di Desa Puraka I Kecamatan Seilepan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Terdapat ketidak sesuaian antara laporan dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) dengan fakta di lapangan.

Item-item yang dilaporkan dalam RAB, seperti Rehabilitasi/ Peningkatan Pengerasan Pemukiman/gg  dengan Total Biaya Dana Desa senilai Rp  69.864.800, tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Respon (11)

  1. Medianya malu x ya komen2 saya langsung di hapus tidak di repostt balik wakakakakakak
    Saya warga puraka I sangat nyaman dengan kades ibnu, beliau baik, santun, amanah dekat sama warga
    Saya minta untuk ketua atau siapapun yg punya media ini pecat oknum LSM abal2 bapak, malu pak buat berita yg ga benar
    Catat nama saya nurma

  2. Saya selaku pembina di desa puraka 1 mengaku kaget membaca berita ini.. semua yg diblg media ini 1 pun tidak ada benarnya.. karna saya langsung ikut setiap ada kegiatan apapun yg ada di desa…
    Mohon untuk ketua media seperti ini pecat oknum Lsm seperti ini karna membawa berita buruk (hoax)..
    Bisa saja nnti kades menuntut balik media ini…
    Hati hati jika anda membuat narasi yg tidak benar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *