JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – R. Haidar Alwi, Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menegaskan bahwa rakyat perlu terus memupuk optimisme terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Haidar mengingatkan mandat besar dari 58,59 persen suara rakyat adalah modal yang harus digunakan untuk memperkuat ekonomi, politik, dan keamanan nasional secara menyeluruh.
Haidar Alwi melihat kekompakan aparat keamanan, penegak hukum, dan lembaga negara sebagai fondasi penting yang bisa mempercepat langkah menuju cita-cita Indonesia maju.
“Kita harus mengawal pemerintah dengan semangat nasionalisme yang rasional. Bukan sekadar membela, tapi memastikan jalannya pemerintahan ini mengutamakan kepentingan rakyat dan kejayaan bangsa,” kata Haidar Alwi.
TNI–Polri, Garda Stabilitas Nasional dengan Polri di Garis Depan Pelayanan
Tidak ada pembangunan yang bisa berjalan tanpa stabilitas keamanan. Pilar itu di Indonesia dijaga oleh TNI dan Polri, dua institusi yang perannya saling melengkapi namun memiliki fokus berbeda.
“TNI menjaga kedaulatan dan pertahanan negara dari ancaman luar, sementara Polri berada di garis terdepan melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Haidar Alwi.
Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dinilai telah membuat langkah signifikan yang menyentuh langsung kebutuhan publik.
Konsep Presisi (prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan) bukan hanya slogan, tapi diwujudkan melalui layanan konkret seperti digitalisasi pembuatan SIM dan SKCK, sistem pengaduan terpadu, hingga patroli siber untuk melawan kejahatan digital.
Selain itu, Haidar menyebut Polri berhasil menjaga keamanan dalam berbagai agenda besar, mulai dari pengamanan Pemilu, event olahraga internasional, hingga perayaan besar keagamaan.
“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin dengan ketenangan, sistem yang jelas, dan pendekatan humanis. Ketegasan beliau dalam membenahi internal Polri adalah modal penting untuk meningkatkan kepercayaan publik,” jelas Haidar Alwi.
Di sisi lain, Haidar mengatakan TNI tetap menjadi benteng pertahanan yang memastikan ancaman eksternal tidak mengganggu stabilitas di dalam negeri.
“Kolaborasi yang solid antara TNI dan Polri, mulai dari pengamanan perbatasan hingga operasi bersama menghadapi gangguan keamanan, menjadi jaminan bahwa pemerintah bisa fokus melaksanakan agenda pembangunan,” kata Haidar Alwi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









