Haidar Alwi Sebut Hoegeng Award Wujud Keteladanan Kapolri untuk Energi Moral Bangsa

Otonominews
Haidar Alwi Sebut Hoegeng Award Wujud Keteladanan Kapolri untuk Energi Moral Bangsa
Tokoh Toleransi Indonesia, Ir. R. Haidar Alwi, MT.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyadari bahwa ketulusan dan keberanian seorang pemimpin untuk menunduk kepada integritas adalah pesan yang pantas diwariskan kepada dunia.

Itulah yang tergambar jelas dalam ucapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan penghargaan kepada lima polisi teladan dalam ajang Hoegeng Awards 2025 yang digelar pada Rabu malam, 16 Juli 2025, di Auditorium Mutiara STIK‑PTIK Polri, Jakarta Selatan.

Di hadapan publik, media, dan tokoh nasional, Kapolri secara terbuka menyatakan bahwa ia justru harus belajar dari anak buahnya sendiri, sebuah pengakuan langka dan sangat kuat secara moral.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Penutupan Selat Hormuz Oleh Iran Ancam Stabilitas Global, Ini 5 Solusi untuk Indonesia

“Mungkin kalau saya ikut lomba Hoegeng Awards, saya tidak lolos… Karena mereka luar biasa,” ucap Jenderal Sigit.

“Saya tidak malu walaupun mereka anak buah saya. Terkait integritas, saya justru harus mencontoh kalian.”

Ucapan itu bukan basa-basi. Di tengah sorotan dan beban publik terhadap institusi Polri, keberanian seorang jenderal mengakui kebajikan dari bawah adalah isyarat perubahan. Itulah bentuk kepemimpinan yang sedang kita butuhkan.

Mengangkat Polisi Baik dari Seluruh Penjuru Negeri.

Baca Juga :  REPOSISI POLRI BUKAN AGENDA NEGARA

Hoegeng Awards bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah etalase moral yang menampilkan wajah-wajah sejati Polri yang mengabdi dalam sunyi.

Pada tahun ini, kelima penerima penghargaan datang dari berbagai latar belakang dan daerah tugas yang jauh dari sorotan kamera:

1. Aipda Rahmad Muhajirin, Polisi Berdedikasi dari Bojonegoro, Jawa Timur.
2. Iptu Andi Sri Ulva Baso, Polisi Inovatif dari Ditlantas Polda Sulawesi Selatan.
3. Kombes Seminar Sebayang, Polisi Berintegritas dari SPN Polda Sulawesi Tengah.
4. Kombes Rita Wulandari, Polisi Pelindung Perempuan & Anak dari Dittipid PPA Bareskrim.
5. Bripka Annas, Polisi Tapal Batas dan Pedalaman dari Polda Sulawesi Tengah.

Baca Juga :  Morowali dan Desain Ulang Sistem Negara Neuro-adaptif

Mereka adalah figur yang bekerja bukan demi pangkat, tapi karena panggilan nurani. Dari mereka, Kapolri belajar bahwa integritas tidak mengenal jenjang jabatan.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *