Haidar Alwi: Dunia Beri Penghargaan ITUC‑AP kepada Kapolri, Ini Bukti Keberpihakan ke Kaum Buru

Otonominews
Haidar Alwi: Dunia Beri Penghargaan ITUC‑AP kepada Kapolri, Ini Bukti Keberpihakan ke Kaum Buru
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menyampaikan apresiasi dan bernas atas penghargaan prestisius yang diterima oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari International Trade Union Confederation, Asia Pacific (ITUC‑AP).

Penghargaan tersebut diberikan pada 10 Juli 2025 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta , menjadikannya salah satu pencapaian internasional paling bermakna bagi kepolisian Indonesia.

ITUC‑AP adalah federasi buruh terbesar di Asia Pasifik, mewakili lebih dari 60 juta pekerja dari 34 negara. Ketika organisasi sebesar ini memberikan penghargaan kepada seorang kepala kepolisian, itu menandakan sesuatu yang lebih dari sekadar apresiasi administratif, ini adalah pengakuan moral atas keberpihakan yang tulus kepada rakyat pekerja.

Baca Juga :  Muncul Gerakan Menolak Kenaikan PPN 12 Persen, Haidar Alwi: Ada Saatnya Semua Masyarakat Akan Mendukung

“Ini bukan sekadar simbol, ini adalah pesan bahwa dunia menyaksikan transformasi Polri menuju institusi yang berpihak, berempati, dan bertanggung jawab. Dunia melihat dan memberi hormat,” kata Haidar Alwi.

*Polri Pelindung Rakyat.*

Dalam perjalanan sejarahnya, citra kepolisian sering kali terjebak dalam stigma kekuasaan: aparat represif, penegak status quo, dan penghalang aspirasi rakyat. Namun, di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, wajah kepolisian mulai berubah.

Aksi-aksi buruh tidak lagi dijawab dengan water cannon, melainkan dengan pendekatan persuasif dan ruang dialog. Bahkan dalam beberapa aksi nasional, Polri hadir dengan pengawalan damai dan perlindungan logistik.

Lebih dari itu, Kapolri menempatkan institusinya sebagai mediator ketika terjadi ketegangan antara buruh dan pengusaha. Dalam berbagai kasus PHK massal, Polri tak hanya menenangkan situasi, tapi juga membantu mencari solusi konkret, menjembatani komunikasi, dan memfasilitasi keadilan industrial.

Baca Juga :  Sejumlah Alasan Pagar Laut di Tangerang Tidak Ada Hubungannya dengan Jokowi

“Kita menyaksikan lahirnya paradigma baru. Polisi tidak lagi berdiri di belakang tembok kekuasaan, tapi berdiri di sisi rakyat yang menuntut keadilan. Dan itu membutuhkan keberanian,” tegas Haidar Alwi.

*Program yang Bekerja, Bukan Sekadar Narasi.*

Penghargaan ITUC‑AP juga tak lepas dari keberhasilan Desk Ketenagakerjaan Polri, program yang menjadi tulang punggung perlindungan pekerja dalam situasi krisis. Di tengah gelombang PHK akibat disrupsi ekonomi global, Desk ini menjadi titik terang bagi ribuan buruh.

Baca Juga :  PDIP Beri Penghargaan kepada 6 Tokoh Senior di Rakernas

Data menunjukkan bahwa lebih dari 35.000 peluang kerja telah dihimpun dan disalurkan kembali melalui jaringan Desk ini. Bahkan, sebanyak 2.671 penyidik Polri telah dibekali pelatihan khusus agar dapat menangani persoalan ketenagakerjaan secara adil dan humanis.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *