JAKARTA,OTONOMINEWS.ID — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, kembali menyoroti kinerja PT Telkom Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI. Nevi menekankan pentingnya Telkom menjalankan transformasi digital yang lebih berpihak pada konsumen dan pelaku UMKM, terutama di luar Pulau Jawa.
Nevi mengapresiasi kontribusi fiskal Telkom yang mencapai Rp241,5 triliun dalam lima tahun terakhir, namun mengingatkan bahwa capaian tersebut belum cukup jika pelayanan kepada masyarakat belum merata.
“Ini tentu capaian besar, tapi belum cukup jika masih banyak masyarakat, terutama di luar Jawa, yang mengeluhkan mahalnya tarif IndiHome dan buruknya kualitas layanan,” ujarnya.
Legislator dari Dapil Sumatera Barat II itu meminta Telkom agar tidak hanya fokus pada keuntungan finansial, tetapi juga memastikan akses internet yang terjangkau dan berkualitas di seluruh Indonesia.
Nevi juga mempertanyakan struktur tarif Telkomsel yang dinilai tinggi, meskipun perusahaan ini menguasai lebih dari 50% pangsa pasar seluler di Indonesia.
“Saya mengusulkan Telkom membuka biaya pokok penyediaan layanan untuk mencegah potensi penyalahgunaan posisi dominan. Kami ingin ada evaluasi independen, termasuk oleh KPPU, untuk memastikan hak konsumen terlindungi,” tegasnya.
UMKM Butuh Pendampingan, Bukan Sekadar Platform Digital
Nevi turut menyoroti rendahnya penetrasi layanan digital Telkom terhadap pelaku UMKM di daerah. Menurutnya, platform seperti PaDi UMKM, OSS, dan e-Katalog LKPP belum maksimal digunakan karena kurangnya pendampingan di lapangan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











