“Jangan cuma jadi etalase digital, tapi harus ada pendampingan nyata di lapangan,” tegas Nevi.
Ia juga meminta Telkom membuka data transaksi dan jumlah UMKM aktif yang benar-benar mendapatkan manfaat dari platform tersebut.
Desak Pengembangan Cloud Lokal dan Infrastruktur Publik
Menanggapi masuknya pemain global seperti Google Cloud, AWS, dan Microsoft Azure, Nevi mendesak Telkom untuk lebih agresif dalam pengembangan data center dan layanan cloud lokal.
“Manfaatkan keunggulan infrastruktur nasional untuk bersaing. Kalau perlu, bangun kemitraan strategis terbuka agar tetap relevan di pasar digital yang kian ketat,” katanya.
Nevi juga meminta Telkom mempercepat optimalisasi infrastruktur digital untuk layanan publik, seperti sekolah dan puskesmas, termasuk memanfaatkan kapasitas idle yang belum digunakan di wilayah tertinggal.
Menutup pernyataannya, Nevi mengkritik masih adanya stagnasi karier dan budaya birokratis di internal Telkom. Ia berharap Direksi baru Telkom segera menunjukkan hasil konkret dari program kerja yang dijanjikan.
“Stagnasi karier dan budaya birokratis di internal harus diakhiri. Kami menunggu hasil nyata dari program 100 hari Direksi baru,” pungkas Nevi.(Rds/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











