Zohran mampu membangun pergerakan “movement” dalam waktu yang singkat. Hanya dalam tujuh bulan, dari dukungan 1 persen menjadi pemenang pemilihan primary. Pengalaman tidak terukur oleh masa, tapi hasil akhir.
Lima, sudah bukan masanya ragu, malu, apalagi takut, membuka diri dengan identitas pribadi yang paling penting (keyakinan agama).
Di tengah meningginya kesalah pahaman dan Islamophobia di Amerika, Zohran terbuka dan bangga mendeklarasikan diri sebagai calon Waikota New York pertama yang beragama Islam. Dan ini di kota Yahudi terbesar di luar Israel. Ada sekitar 1.2 juta Yahudi di Kota New York.
Zohran tidak khawatir kehilangan dukungan karena komitmen dengan identitasnya sebagai seorang Muslim. Di negara seberang seringkali politisi justeru malu dengan identitas keislaman. Khawatir dituduh ekstrim atau radikal. Ada juga identitas islam dipakai untuk kepentingan politik semata.
Enam, kemenangan Zohran juga mengajarkan bahwa komitmen kepada kemanusiaan dan keadilan tidak harus dikorbankan demi kepentingan politik.
Pembelaan Zohran kepada bangsa Palestina dan penentangannya kepada penjajah Israel tidak menjadi penghalang bagi kemenangannya.
Sebaliknya justeru boleh jadi komitmen dan konsistensi dia terhadap perdamaian dan keadilan ini menjadi salah satu faktor kemenangannya.
Tujuh, mengajarkan bahwa apapun upaya orang lain untuk menghalangi dan menggagalkannya, jika Allah berkehendak maka tidak akan terhalangi.
Rasanya hampir semua cara untuk menghentikan pergerakan dan kemenangan Zohran telah dilakukan. Dari tuduhan radikal, baik secara agama dan program (ekstrim kiri), antisemitic atau anti Yahudi,
bahkan sosok yang berbahaya, hingga ke Komunis dan musuh Amerika, pendukung Hamas dan Hizbullah, dan lain-lain, semuanya gagal.
Akhirnya kemenangan itu tidak bisa dihentikan bahkan oleh kekuatan politik dinasti Cuomo.
Delapan, kemenangan Zohran juga mengggambarkan bahwa praktek politik dan pemilihan kalau saja jujur dan berintegritas maka siapapun bisa menenangkan. Bahkan oleh seseorang yang dinilai baru dan tidak berpengalaman.
Bayangkan lawan-lawan politik Zohran adalah mereka yang berada di kisaran kekuasaan. Tapi hal itu tidak menjadikan mereka memanipulasi hasil pemungutan suara. Hal ini berbeda di negara seberang yang konon hasil pemungutan suara ditentukan oleh siapa yang memilki kekuasaan. Fakta yang menyedihkan.[***]
Manhattan, 2 Juli 2025 . A Proud New Yorker.
Oleh: Shamsi Ali Al-Kajangi
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











