BMI Audiensi dengan Ibas, Siap Gelar MUNAS 1 pada 12 Juli 2025

Otonominews
BMI Audiensi dengan Ibas, Siap Gelar MUNAS 1 pada 12 Juli 2025
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Bintang Muda Indonesia (BMI), sebagai sayap Partai Demokrat, melakukan audiensi dengan Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (MUNAS) 1 BMI yang akan dihelat di Jakarta pada 12 Juli 2025.

Pertemuan ini menjadi momen penting untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan bangsa serta mendapatkan arahan strategis dari pimpinan partai. Pertemuan berlangsung di Ruang Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (10/7/2025).

Baca Juga :  Pengaruh Kemenangan Zohran Mamdani M di Pemilihan Calon Demokrat

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum BMI, Farkhan Evendi, menyampaikan bahwa kehadiran organisasi pemuda seperti BMI sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan nasional. “Pemuda adalah sumber daya inti dalam pembangunan bangsa. BMI hadir sebagai wadah kaderisasi dan ruang perjuangan politik bagi anak muda Indonesia. MUNAS 1 ini menjadi momentum penguatan gerakan politik pemuda untuk berkontribusi nyata dalam membangun masa depan bangsa,” tegas Farkhan.

Ia menambahkan bahwa BMI selama ini aktif dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya generasi muda. “BMI tidak hanya berpolitik di ruang elite, tapi turun langsung mendengar dan memperjuangkan suara rakyat. Mulai dari advokasi isu pendidikan, lapangan kerja, hingga pemberdayaan UMKM, kami hadir sebagai mitra masyarakat,” jelas Farkhan.

Baca Juga :  Prabowo Minta Masa Aksi Tenang, Demokrat: Itu Sikap Kedewasaan, Profesional dan Independent!

Farkhan juga menekankan komitmen BMI untuk mencetak kader-kader muda yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengambil peran di berbagai lini pemerintahan maupun masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa suara anak muda tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi bagian dari proses pengambilan kebijakan strategis. Perjuangan kerakyatan harus dimulai dari pemahaman akan kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *