Restuardy juga menyoroti capaian positif Provinsi Riau, termasuk pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terjaga, serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran yang sudah di bawah rata-rata nasional.
Namun, tantangan tetap ada—terutama dalam penciptaan lapangan kerja berkelanjutan, peningkatan nilai tambah sektor ekonomi, serta penguatan pendidikan vokasi.
“Kebijakan daerah bisa jadi penggerak utama, baik melalui penyediaan fasilitas, pembebasan retribusi, maupun kolaborasi lintas sektor,” ujar Restuardy.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Riau, Abdul Wahid, menegaskan bahwa lima tahun ke depan akan menjadi masa krusial bagi provinsinya dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Sejumlah isu yang perlu segera diatasi, mulai dari kualitas SDM yang belum optimal, rendahnya nilai tambah ekonomi, keterbatasan infrastruktur, hingga ancaman degradasi lingkungan.
Sebagai respons, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan arah dan strategi pembangunan yang lebih fokus, khususnya dalam menangani kesenjangan antarwilayah, memperkuat ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, dan meningkatkan akses serta kualitas layanan dasar.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya tampak dari angka statistik, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












