Ini 5 Langkah Nyata Selamatkan Ekosistem Laut
Sebagai solusi, Haidar Alwi mengusulkan lima langkah berani yang dianggap mampu membungkam dan menghentikan ekspansi tambang yang merusak:
1. Moratorium Total atas izin tambang di seluruh kawasan pulau kecil, khususnya di wilayah konservasi seperti Raja Ampat.
2. Audit Lingkungan Independen terhadap semua perusahaan tambang aktif, melibatkan lembaga seperti LIPI, Universitas Indonesia, dan tim investigasi masyarakat adat.
3. Restorasi Ekologis sebagai tanggung jawab mutlak korporasi melalui mekanisme hukum perdata dan pidana.
4. Kompensasi Sosial kepada masyarakat adat dan nelayan terdampak dalam bentuk dana pemulihan, penguatan kelembagaan adat, dan beasiswa anak-anak lokal.
5. Penguatan Partisipasi Publik, dengan menghadirkan warga adat sebagai bagian dari komite pengawasan lingkungan di tingkat lokal dan nasional.
“Kelima langkah ini bukan hanya realistis, tapi wajib dilakukan demi menyelamatkan apa yang tersisa dari keindahan dan kekayaan Raja Ampat,” tambah Haidar.
Komitmen Haidar Alwi Care
Melalui Haidar Alwi Care, Haidar menyatakan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang seluruh izin tambang yang berpotensi merusak kawasan konservasi.
“Kami percaya, pemerintahan Prabowo Subianto memiliki semangat untuk menyeimbangkan pembangunan dan kelestarian lingkungan. Kami siap memberikan masukan konkret, baik dalam bentuk kajian teknis maupun pendekatan sosial, agar kebijakan ke depan benar-benar berpihak kepada rakyat dan alam,” ujar Haidar Alwi.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan dunia usaha dalam menciptakan model pembangunan berkelanjutan yang tidak mengorbankan ekosistem unik seperti Raja Ampat.
Nasionalisme yang Mencerahkan
Haidar Alwi menegaskan bahwa nasionalisme sejati bukanlah membela tambang atas nama investasi, tetapi menjaga tanah air dari kerusakan.
“Negara ini tidak dibangun di atas tumpukan nikel, tetapi di atas kesadaran, darah, dan air mata para pejuang yang ingin negeri ini lestari, makmur, dan manusiawi,” pungkas Haidar Alwi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









