Flyover Purwosari Ikon Baru Kota Solo, Sentuhan Satrio Sugeng Paduan Modernitas dan Budaya

Flyover Purwosari Ikon Baru Kota Solo, Sentuhan Satrio Sugeng Paduan Modernitas dan Budaya
120x600
a

Saat malam tiba, pencahayaan artistik di sepanjang jembatan mempertegas keindahannya dan menambah atmosfer elegan di tengah Kota Solo.

“Evolusi sebuah infrastruktur kini melampaui fungsi dasarnya,” ujar Surya Vandiantara, Direktur Riset dan Program Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA).

“Dari sekadar pemecah kemacetan, Flyover Purwosari telah bertransformasi menjadi ikon budaya yang merefleksikan identitas lokal Solo. Ini menunjukkan bahwa pembangunan harus visioner, tak hanya menyelesaikan masalah teknis, tapi juga menciptakan warisan kultural dan estetika bagi masyarakat,” ucapnya dalam pernyataan tertulis pada Minggu (01/06/2025).

Baca Juga :  Jalan Lingkar Morotai, Jejak Emas Satrio Sugeng Prayitno di Kepulauan Maluku Utara

Flyover Purwosari resmi diresmikan pada Februari 2021 oleh Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia ke-7. Keberadaannya langsung memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran lalu lintas di simpang sebidang rel kereta api Purwosari, yang sebelumnya menjadi titik kemacetan.

Kini, kendaraan dapat melaju tanpa harus terhenti menunggu kereta melintas. Sementara para pejalan kaki juga tetap difasilitasi dengan jalur khusus yang aman dan nyaman.

Kini, Flyover Purwosari bukan sekedar jalan layang biasa. Ia menjadi representasi dari semangat kemajuan Kota Solo yang tetap berpijak pada akar budayanya. Sebuah paduan apik antara modernitas dan budaya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *