JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Penulisan sejarah bangsa Indonesia dinilai penuh dengan penyimpangan dari fakta-fakta yang sebenarnya terjadi.
Hal itu menjadi salah satu catatan kritis dalam refleksi Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap 1 Juni.
“Hari Lahir Pancasila itu dilarang oleh pemerintah Orde Baru, oleh Kopkamtib waktu itu tahun 1970, setelah Bung Karno wafat,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat seusai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-80, Minggu (1/6/2025).
“Pemerintah saat itu, berdasarkan tulisan Prof. Nugroho Notosusanto, menyatakan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan 1 Juni. Ini dilawan dan diluruskan oleh para sejarawan,” tegas Djarot.
Djarot menilai penulisan sejarah harus sesuai fakta, bukan berdasarkan kepentingan politik.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












