JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Zurich Syariah (PT Zurich General Takaful Indonesia) dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berkolaborasi membentuk Zurich Syariah Entrepreneurship Program for Muhammadiyah Community (ZEPMU).
ZEPMU adalah sebuah program kolaboratif yang bertujuan membangun ekosistem kewirausahaan berlandaskan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
Program ini berfokus pada pengembangan sektor agribisnis, penguatan usaha mikro, dan distribusi berbasis komunitas.
Dalam pelaksanaan tahap awal, ZEPMU dirancang untuk mendukung kelompok Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) di Cianjur, Jawa Barat sebagai bagian dari pemulihan ekonomi pascabencana gempa bumi.
Program ini melibatkan 40 anggota JATAM Cianjur dengan fokus dalam pengembangan budidaya komoditas buah dan sayuran, seperti buncis, terong, cabai, wortel, bawang daun, brokoli, jagung manis, pepaya, dan pisang.
Mereka akan menerima berbagai pelatihan, pendampingan, dan penguatan rantai distribusi dari Zurich Syariah bersama dengan MPM PP Muhammadiyah.
“Zurich Syariah sebagai penyedia berbagai jenis proteksi berbasis syariah, termasuk produk Asuransi Indeks Cuaca Parametrik Syariah, berharap program ini dapat menyejahterakan petani,” kata Presiden Direktur PT Zurich General Takaful Indonesia, Hilman Simanjuntak dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (16/5/2025).
“Melalui program ZEPMU, kami berharap dapat menjadi model kolaborasi strategis yang tak hanya membantu pemulihan ekonomi petani Cianjur pasca gempa 2022, tetapi juga memperkuat kemandirian usaha komunitas Muhammadiyah di wilayah perkotaan,” lanjut dia.
Selain itu, program ini juga memperkuat jaringan usaha di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rawamangun, Jakarta Timur, sebagai pusat pengembangan kewirausahaan di lingkungan perkotaan.
“Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dari komitmen kami dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” terang Hilman.
Program ini merupakan kolaborasi pertama antara Zurich Syariah dan PP Muhammadiyah, setelah dilakukan penandatanganan kerja sama antara keduanya di akhir tahun 2024.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












