Sandri Rumanama Bantah Keras Tuduhan Keterlibatan Prabowo dalam Banjir Sumatera

Otonominews
Sandri Rumanama Bantah Keras Tuduhan Keterlibatan Prabowo dalam Banjir Sumatera
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Aktivis nasional yang didapuk menjadi Dirketur Haidar Alwi Institut, Sandri Rumanama, membantah keras pernyataan Alfarhat Kasman (Juru Kampanye) Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatam) yang menyebut-nyebut nama Presiden Prabowo dalam penyebab banjir dan longsor di Sumatera.

Menurut Sandri Rumanama, tuduhan seperti ini justru membuat rakyat marah, karena tidak memiliki alasan yang jelas, tidak ilmiah, dan miskin data yang valid.

“Janganlah dikait-kaitkan, rakyat bisa marah loh! Gak ada bukti yang jelas, penjelasan yang ilmiah serta logis dan data yang valid,” tutur pemuda berdarah Maluku itu.

Baca Juga :  Sandri Rumanama Paparkan Analisis Kinerja Polri 2025: Polri Presisi Terbukti Nyata

Selain Juru Kampanye JATAM, Sandri juga membantah dengan tegas penjelasan dari Kordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional (JATAM) Melky Nahar.

Sebelumnya Melky menyebut Presiden Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari (THL) ikut menggerus tutupan hutan-hutan di pegunungan dan hulu sungai Aceh.

Kata Melky, kegiatan itu disinyalir merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan. Termasuk saat hujan ekstrem melanda dampak Siklon Tropis Senyar pada November lalu.

Menyikapi pernyataan Melky, Sandri dengan tegas mengatakan bahwa aktivitas PT. Tusan Hutani Lestari tidak memberikan dampak kerusakan lingkungan seperti yang dijelaskan oleh Melky Nahar.

Baca Juga :  Sandri Rumanama: Masyarakat Bangga terhadap Kinerja Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

“Kagak ada itu. Mana ada pohon pinus mengerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, ini tandanya kawan kita ini belum belajar soal manfaat pohon pinus ini,” kata Rumanama.

“Justru pohon pinus bermanfaat bagi alam terutama dalam konservasi tanah (mencegah erosi dan longsor), penyerapan karbon (membantu mengatasi perubahan iklim). Jadi janganlah rakyat dibodoh-bodohi,” tukas Sandri Rumanama yang dikenal luas sebagai aktivis kawakan ini.

Ia menjelaskan bahwa analogi kerusakan hutan yang kemudian disematkan pada PT. Tusam Hutani Lestari (THL) sangat tidak logis karena perusahan ini beroperasi sejak 1993, dan selama ini tidak ada masalah kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas perusahan tersebut.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *