Lebih lanjut, hingga saat ini perekaman KTP-el telah menjangkau banyak masyarakat. Meski begitu, masih ada sejumlah warga yang belum melakukan perekaman. Oleh karenanya, Mendagri meminta secara khusus kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi untuk melakukan jemput bola kepada masyarakat yang belum melakukan perekaman. Hal ini agar mereka dapat memperoleh layanan administrasi dari pemerintah.
Di sisi lain, kata dia, keberadaan layanan Dukcapil juga menjadi langkah penting dalam mendukung penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pasalnya, melalui penerapan single identity number dengan memanfaatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), berbagai layanan pemerintah akan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
“Kita sangat-sangat mendukung, seribu persen. Apalagi saya punya pengalaman pribadi yang paham betul, mengalami sendiri pentingnya e-government memudahkan masyarakat,” imbuh Mendagri.
Pada pertemuan itu, Mendagri mengapresiasi Ditjen Dukcapil Kemendagri yang menggelar Rakornas secara hybrid. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya yang baik dalam mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan efisiensi anggaran. Ia percaya, meski dilakukan dalam suasana yang lebih sederhana, Rakornas tersebut terasa lebih bermakna karena dapat diikuti oleh pemerintah daerah (Pemda).
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











