Sekjen MUI Pusat: MBG Itu Implementasi Ajaran Islam dan Kewajiban Pemerintah, Presiden Prabowo Harus Penuhi Janjinya

Sekjen MUI Pusat: MBG Itu Implementasi Ajaran Islam dan Kewajiban Pemerintah, Presiden Prabowo Harus Penuhi Janjinya
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Buya KH Amirsyah Tambunan/Ism
120x600
a

Di dalam konteks bernegara, tambah Buya, kewajiban memelihara anak yatim, fakir miskin dan anak terlantar terletak pada pundak pemerintah.

“Jadi program makan bergizi gratis bukan baru tapi adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh pemerintah sejak dulu,” tegas Buya.

Menurut Buya, Indonesia berpotensi surplus makan. Bukan kekurangan makananan. Kalau dibandingkan dengan Negara Afrika, Nigeria, atau ke negara-negara Arab yang kering, tandus dan gersang. Indonesia wajib bersyukur. Betapa susahnya kehidupan di sana.

Baca Juga :  Krisis Integritas di BGN: Ujian Awal bagi Tata Kelola Pemerintahan Prabowo–Gibran

“Indonesia, masya Allah suburnya. Apa saja ditanam bisa hidup. Maka seharusnya rakyat Indonesia tidak boleh kekurangan makan. Di Indonesia harusnya tidak ada yang miskin. Tetapi kenapa kok banyak yang miskin? Mungkin Negara kita dulu-dulunya salah urus. Mudah-mudahan ke depan tidak salah urus lagi,” harapnya.

Sementara itu Dr. Misbah mengatakan pengajian yang disertai santunan yatim di kediamannya berlangsung sebulan sekali.

“Ini sebagai wujud syukur atas rezeki yang Allah limpahkan kepada keluarga kami,” ujarnya.[zul]

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *