Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Ini Arahan Mendagri untuk Dijalankan Pemda-Pemda

Otonominews
Sukseskan Pilkada Serentak 2024, Ini Arahan Mendagri untuk Dijalankan Pemda-Pemda
Mendagri Tito Karnavian saat berbicara dalam Rakor Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku yang berlangsung di di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (26/6/2024)/Puspen Kemendagri.
120x600
a

MAKASSAR, OTONOMINEWS.ID Pemerintah daerah (Pemda) beserta jajaran terkait lainnya diminta meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

Permintaan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2024 di Wilayah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku. 

Dalam Rakor yang berlangsung di di Ballroom Phinisi Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (26/6/2024) tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa partisipasi pemilih akan menjadi salah satu indikator suksesnya gelaran Pilkada.

“Karena makin banyak, semakin tinggi tingkat partisipasi pemilih, maka yang terpilih itu akan memiliki legitimasi atau dukungan rakyat yang kuat. Kalau partisipasinya rendah, dukungan rakyat akan lemah, pemerintahannya tidak akan kuat, kira-kira seperti itu,” kata Mendagri Tito Karnavian dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (27/6/2024).

Baca Juga :  Kemendagri Kawal Hasil Rakortekrenbang 2025 Jadi Input dalam Penyusunan RKP

Tidak hanya Pemda, lanjut dia, pihak lainnya seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), peserta pemilu, hingga media massa juga didorong untuk melakukan langkah serupa. 

“Unsur berikutnya seperti aparat keamanan hingga tokoh masyarakat juga dipacu untuk mengajak masyarakat berperan aktif menggunakan hak pilih saat Pilkada,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian juga menjelaskan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi. Capaian itu tergolong istimewa lantaran sistem pemilihan di Indonesia dilakukan secara voluntary atau sukarela. 

Baca Juga :  Kemendagri Tegaskan Komitmen Pemerintah Kembangkan Pariwisata Sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi

“Ini berbeda dengan negara lainnya di dunia yang menggunakan sistem pemilihan secara mandatory atau bersifat wajib,” ungkap Mendagri Tito Karnavian.

Negara yang menganut sistem pemilihan secara mandatory, tambahnya, akan memberikan sanksi kepada masyarakat yang enggan menggunakan hak pilih. Sanksi tersebut di antaranya berupa pemberlakuan denda.

“Indonesia adalah salah satu negara yang sukarela masyarakatnya memilih dengan tingkat partisipasi pemilih yang salah satu tertinggi di dunia, dibuktikan dalam pemilu yang kemarin hampir mencapai 80 persen,” ujar Mendagri Tito Karnavian.

Baca Juga :  PDIP Usung Ansy Lema Calon Gubernur NTT Pilkada 2024

Lebih lanjut Mendagri Tito Karnavian mengatakan, tingginya partisipasi pemilih di Indonesia telah dibuktikan dalam Pilkada di masa pandemi Covid-19 Tahun 2020 lalu. Saat itu sebanyak 76 persen penduduk yang memiliki hak pilih tetap menyalurkan suaranya meski di tengah suasana pandemi. 

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *