Komisi IV DPR RI: Pedagang Nakal Jual Beras SPHP Diatas HET bakal Dicabut Izinnya

Komisi IV DPR RI: Pedagang Nakal Jual Beras SPHP Diatas HET bakal Dicabut Izinnya
Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin di Pasar Way Halim Bandar Lampung meninjau Harga Kebutuhan Pokok, Kamis 7 Maret 2024.(Foto: DPR RI)
120x600
a

“Tadi ada SPHP, berasnya bagus, broken-nya cuma lima persen itu harga jualnya Rp55.000 per lima kilogram,” lanjut Legislator Dapil Lampung I itu.

Sedangkan terkait dengan penjual beras nakal yang menjual beras SPHP di atas harga eceran tertinggi, Sudin menegaskan bahwa pihaknya tak segan untuk bertindak tegas.

“Asal informasi tersebut valid,” ucapnya.

Selanjutnya ia akan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan pencabutan izin jual belas SPHP sekaligus menghentikan pasokannya.

Baca Juga :  Dialog dengan Pengrajin Kain Tapis, Atikoh: Dilestarikan Generasi Muda

“Kasih tau saya tempatnya dimana? Nanti saya panggil Bulog Lampung suruh panggil (dan) jangan berikan lagi jatahnya. Tapi harus valid jangan cuma katanya,” tegasnya.

Sebagai informasi, penyaluran beras SPHP dilakukan dalam kemasan curah 5 kilogram (kg) dengan HET yang beragam berdasarkan 3 zona harga. Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi seharga Rp10.900 per kg; Zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan, sebesar Rp11.500 per kg; serta Zona 3 meliputi Maluku dan Papua senilai Rp11.800 per kilogram.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *