Komisi IV DPR RI: Pedagang Nakal Jual Beras SPHP Diatas HET bakal Dicabut Izinnya

Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin di Pasar Way Halim Bandar Lampung meninjau Harga Kebutuhan Pokok, Kamis 7 Maret 2024.(Foto: DPR RI)
120x600
a

LAMPUNG Otonominews.id – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Lampung, meninjau langsung harga kebutuhan pokok, khususnya beras di Pasar Way Halim Kota Bandar Lampung.
Kunjungan para legislator Senayan ini menindaklanjuti keluh-kesah masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga beras di pasaran.

Dalam interaksi langsung dengan masyarakat, Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin memberikan kesempatan kepada mereka menyampaikan aspirasi.

“Banyak ibu-ibu mengeluh harga beras mahal, harga telur naik mencapai 31.000, ayam juga naik. Maka kunjungan kami kali ini membawa Bulog, membawa Badan Pangan, membawa ID Food bagaimana supaya nanti segera didistribusikan terutama beras,” kata Sudin kepada awak media, usai melakukan peninjauan, dikutip dari laman resmi DPR RI, Jumat 8 Maret 2024.

Sudin menuturkan, kunker Komisi IV tersebut juga didampingi pihak Bulog, Bapanas dan ID Food.

“Kunjungan kami kali ini membawa Bulog, membawa Badan Pangan, membawa ID Food bagaimana supaya nanti segera didistribusikan terutama beras,” katanya.

Saat ini, Sudin menjelaskan, telah tersedia beras Beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang terdistribusi di toko-toko beras. Beras program pemerintah tersebut memiliki Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan berdasarkan zona edar.

“Tadi ada SPHP, berasnya bagus, broken-nya cuma lima persen itu harga jualnya Rp55.000 per lima kilogram,” lanjut Legislator Dapil Lampung I itu.

Sedangkan terkait dengan penjual beras nakal yang menjual beras SPHP di atas harga eceran tertinggi, Sudin menegaskan bahwa pihaknya tak segan untuk bertindak tegas.

“Asal informasi tersebut valid,” ucapnya.

Selanjutnya ia akan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan pencabutan izin jual belas SPHP sekaligus menghentikan pasokannya.

“Kasih tau saya tempatnya dimana? Nanti saya panggil Bulog Lampung suruh panggil (dan) jangan berikan lagi jatahnya. Tapi harus valid jangan cuma katanya,” tegasnya.

Lihat Juga :  Pemuda Katolik Inisiasi Gerak Bersama dan Konsolidasi Menuju Indonesia Emas 2045

Sebagai informasi, penyaluran beras SPHP dilakukan dalam kemasan curah 5 kilogram (kg) dengan HET yang beragam berdasarkan 3 zona harga. Zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi seharga Rp10.900 per kg; Zona 2 meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Kalimantan, sebesar Rp11.500 per kg; serta Zona 3 meliputi Maluku dan Papua senilai Rp11.800 per kilogram.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *