LSM LIRA Minta PT. Jaticatur Segera Eksekusi Putusan Pengadilan tentang Kapal MT. Tutuk yang Dikuasai Gakkum KLHK Batam

Hentikan Penyidikan Kasus MT. Tutuk bermuatan 5.500 ton Fuel Oil dari Malaysia Ship To Ship di Peraian Batam menuju ke China

LSM LIRA Minta PT. Jaticatur Segera Eksekusi Putusan Pengadilan tentang Kapal MT. Tutuk yang Dikuasai Gakkum KLHK Batam
120x600
a

Lebih jauh pengadilan negeri Batam meminta Gakkum KLHK Batam untuk menghentikan penyidikan dalam kasus MT. Tutuk yang membawa muatan 5.500 ton Fuel Oil dari Malaysia Ship To Ship di Peraian Batam menuju ke China.

“Sebaiknya Direktur Utama PT. Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans, Agus Riyanto selaku pemilik Kapal MT. Tutuk serta sesuai perintah pengadilan segera menindaklanjuti dengan mengirimkan surat permohonan eksekusi kepada pihak terkait, baik Pengadilan, Gakkum KLHK Batam, dll,” tegas Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal, SH menjawab pertanyaan media di Jakarta.

Baca Juga :  Spektakuler! Dua Kader LSM LIRA Simalungun Sukses Terpilih Menjadi Pangulu Nagori

Pria Berdarah-Madura penggiat anti korupsi itu, menyebutkan bahwa yang memiliki otoritas untuk menindaklanjuti keputusan pengadilan adalah Direktur Utama PT. Pelayaran Nasional Jaticatur Niaga Trans, Agus Riyanto sebagaimana keputusan pengadilan selaku pemilik kapal MT. Tutuk

Dikatakan LSM LIRA akan turut mengawal pelaksanaan eksekusi sesuai ketentuan yang berlaku. Jika ada pihak yang tidak memiliki otoritas hukum melakukan eksekusi selain perintah Dirut PT. Pelayaran Nasional Niaga Trans, Agus Riyanto, itu merupakan pelanggaran hukum dan illegal.

Baca Juga :  Sikat Tambang Nikel Ilegal di Kolaka Sultra, Gakkum KLHK Tahan Direktur dan Komisaris PT. AG dan Sita 17 Excavator 

“Pasukan LSM LIRA dan jaringannya di Batam, siap akan ikut mengamankan pelaksanaan eksekusi bekerjasama pihak terkait agar tidak ada gangguan-gangguan dan pelaksanaannya lancar,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketum FSPTSI (Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia) itu.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *