Aliansi PERISAI Tolak Indonesia Dikuasai Tentara! Demo Berantai di Puspom, Mabes AD, dan Istana

Tolak Rezim Fasis Prabowo-Gibran!

Aliansi PERISAI Tolak Indonesia Dikuasai Tentara! Demo Berantai di Puspom, Mabes AD, dan Istana
120x600
a

PERISAI mendesak pengusutan tuntas kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Juga mendesak pengusutan kerugian uang negara yang dikerjakan Kemenhan, TNI Aktif dan Purnawiran agar tidak di-peties-kan atau diselesaikan secara tertutup di internal, melainkan diadili secara terbuka dan transparan melalui Peradilan Umum. Karena semua yang di kerjakan adalah sektor primer Rakyat. Jadi semuanya terbuka.

​Mabes TNI AD (Gambir): Disasar sebagai simbol penolakan keras atas hidupnya kembali Dwi Fungsi ABRI gaya baru.

PERISAI menggugat keterlibatan tentara aktif yang dijadikan alat pertahanan oligarki untuk mengekspansi sektor agraria rakyat dengan dalih Proyek Strategis Nasional (PSN), serta infiltrasi militer dalam mengonsolidasikan ekonomi desa dan dapur logistik sipil.

Baca Juga :  Mesin Negara di Balik Kesuksesan Agenda Besar Prabowo

​Istana Negara: Menjadi titik pamungkas sebagai pusat kebijakan eksekutif tertinggi. Istana digugat atas pembiaran terhadap runtuhnya supremasi sipil (pemburuan aktivis, pembubaran diskusi) serta kebijakan luar negeri yang dinilai menghamba pada kepentingan imperialis global melalui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) pimpinan Donald Trump dan ratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang Melanggar Konstitusi dan Preambul UUD 1945.

​6 Tuntutan Utama Aliansi PERISAI
​Menyikapi tindakan pengkhianatan terhadap agenda reformasi dan konstitusi, Aliansi PERISAI membawa enam tuntutan politik.

Baca Juga :  Hasto Singgung Suara Guru Besar Dianggap Residu Politik oleh Jokowi

1.​ Hentikan militerisasi ruang sipil dan kembalikan militer ke barak.

2.​ Usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, dan proses melalui peradilan umum dan Usut Tuntas juga TNI yang KKN dan melanggar Konstitusi.

3.​ Tarik keterlibatan TNI dalam ekspansi sektor agraria, dengan dalih PSN (Proyek Strategis Nasional).

4. Hentikan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

5. Segera keluar dari Board of Peace (BOP).

6.​ Batalkan kerjasama Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Baca Juga :  Haidar Alwi Sebut Polisi Penyangga Negara yang Fundamental

​Massa aksi yang bertahan hingga sore hari ini disokong penuh oleh berbagai organ gerakan yang tergabung dalam Aliansi PERISAI, antara lain: DPD GMNI JAKARTA, ALIANSI GERAKAN REFORMA AGRARIA (AGRA), FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN), DPC GMNI JAKARTA SELATAN, SENTRAL PERJUANGAN PEMUDA (SPP), PEMBARU, KABMU UNAS, serta organisasi mahasiswa sektoral lainnya.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *