Haidar Alwi Sebut Polisi Penyangga Negara yang Fundamental

Otonominews
Haidar Alwi Sebut Polisi Penyangga Negara yang Fundamental
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, kembali menyampaikan pandangan logis dan tajam mengenai posisi strategis institusi kepolisian dalam tatanan kenegaraan.

Ia mengangkat satu analogi yang menggugah kesadaran publik: “Ada negara yang tidak memiliki militer, tapi tidak ada negara yang tanpa polisi.” Kalimat ini, menurut Haidar, menjadi penanda bahwa polisi bukan sekadar perangkat keamanan, melainkan elemen fundamental dalam keberlangsungan sebuah negara.

Dalam sistem demokrasi yang terus bergerak dinamis, Haidar melihat kepolisian sebagai garda depan penjaga ketertiban sipil sekaligus penyeimbang antara hak dan tanggung jawab warga negara. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi pelanggaran hukum, tapi juga berperan aktif menjaga stabilitas sosial yang menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa.

Baca Juga :  Paham Radikalisme Intoleransi Menyerang Pelajar SMA, Haidar Alwi Terus Gelorakan Moderasi Beragama

“Demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh di atas ketertiban. Dan ketertiban tak akan terjaga tanpa kehadiran polisi yang kuat dan berpihak pada rakyat,” tegas Haidar Alwi.

Ia mengajak publik untuk tidak semata-mata melihat institusi kepolisian dari sisi kekurangannya. Menurut Haidar, kritik adalah bagian dari demokrasi, tapi harus disertai dengan semangat membangun.

“Kita boleh mengoreksi polisi, bahkan wajib. Tapi jangan berhenti di situ. Kita juga harus menjadi bagian dari proses penguatan institusi ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Meningkatnya Data Korban MBG Wujud Keberhasilan Sistem Transparansi dan Partisipasi

Haidar alwi menambahkan bahwa kepercayaan publik terhadap polisi hanya akan tumbuh jika ada keterlibatan masyarakat dalam mengawal transformasi di tubuh kepolisian.

Haidar Alwi juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Polri, mulai dari tuntutan profesionalisme, pengawasan etik, hingga adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

Namun, ia menegaskan bahwa tantangan-tantangan tersebut bukan alasan untuk melemahkan lembaga ini. Sebaliknya, justru menjadi alasan kuat bagi negara dan rakyat untuk bersama-sama mempercepat proses reformasi kepolisian.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *