PANGKALAN BRANDAN, OTONOMINEWS.ID – Proyek Pengerjaan Bantuan Pembangunan/Revitalisasi sekolah Di SMPN I Babalan Pangkalan Brandan Pasca Banjir bulan Nopember 2025 Silam, yang dananya mencapai milyaran rupiah, yang di gelontorkan pemerintah pusat pada tahun ini 2026, melalui Kementerian Pendidikan — terindikasi di korupsi oleh Kepala Sekolah sebagai pihak manajer dari Pembangunan sekolah tersebut.
Hal ini dapat dibuktikan dengan tidak terlihat pengumuman plank proyek pembiayaan, besi pondasi / tapak yang tidak sesuai dengan kapasitas, besi tiang. Begitu juga, dengan kosen kosen jendela yang hanya di dempul di cat / plitur ulang. Padahal, seharusnya di bongkar habis sesuai revitalisasi program pemerintah, diganti dengan baru. Tapi, tidak dibongkar dan masih digunakan.
”Pihak Pengawas yang ada terkesan diam atau tutup mata,” ujar Edwin Duha dan Ucok, tokoh pemerhati Pendidikan yang berdomisili di Kecamaran Babalan.
Menurut kedua tokoh tersebut, seharusnya pihak Kepala Sekolah harus mendukung Program Pemerintah dengan mengerjakan program Revitalisasi sebaik mungkin. “Karena majunya dunia pendidikan, fasilitas dan lingkungan sekolah yang baik, semangat anak didik menjadi lebih bergairah dan termotivasi untuk belajar.”
Berdasarkan pantauan dilapangan terlihat SMPN I Babalan sedang melakukan pengerjaan proyek pembangunan revitalisasi 2026, dan terlihat bangunan sekolah yang seharusnya dibongkar habis, namun kosen dan pintu masih tetap berdiri kokoh. Bahkan, sudah di dempul di cat ulang.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






