Dalam kesempatan itu, Pramono mengaku telah menemui langsung tiga orang PPSU Kelurahan Kalisari tersebut dan memberikan peringatan terakhir.
“Jadi ada tiga orang yang sudah mendapatkan SP1 dan tadi secara pribadi tiga-tiganya saya temuin. Dan saya sampaikan ini adalah kesempatan terakhir bagi mereka kalau memang masih ingin bekerja di DKI Jakarta,” kata Pramono.
Pramono mengatakan, perbuatan ketiganya telah mencoreng wajah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang dapat melemahkan kepercayaan publik dan berharap tidak terulang kembali.
“Itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta. Dan kami, saya sebagai Gubernur, tidak mau itu terulang kembali,” tegasnya.
Ia meminta seluruh anggota PPSU memberikan kinerja nyata di lapangan, alih-alih sekadar mengejar laporan formalitas untuk atasan.Tak hanya tiga PPSU, akibat kasus manipulasi AI itu, Pramono juga telah mencopot Lurah Kalisari, Kasi Ekonomi dan Pembangunan, dan Kasi Pemerintahan.
Pramono akan lebih memperkuat sistem pelaporan melalui aplikasi JAKI agar kasus serupa dan berjanji akan memperbaiki agar lebih transparan..
“Kami memperbaiki sistem dan tata kelola yang lebih baik, transparan, terbuka,” pungkas Gubernur Pramono. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












