Ia menekankan bahwa konsep pesantren berbasis pendidikan dan olahraga menjadi langkah strategis dalam membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas.
“Pendidikan yang dipadukan dengan kegiatan olahraga akan membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, sehingga mampu menjauhkan mereka dari hal-hal negatif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gubernur juga menilai bahwa keberadaan fasilitas olahraga yang memadai di lingkungan pesantren akan membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari daerah, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pariaman Yota Balad menyampaikan apresiasi dan dukungan atas dimulainya pembangunan pesantren tersebut. Ia berharap keberadaan pesantren ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Pariaman.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap masyarakat, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pertanian oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, berupa 1.000 bibit kelapa, 1.000 bibit pinang, serta satu unit mesin penghancur padi kepada kelompok tani di Kota Pariaman.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Komisi XIII Arizal Aziz, Komisaris Utama Indah Grup, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Wakil Bupati Pesisir Selatan, Wakil Wali Kota Pariaman, Wakil Wali Kota Payakumbuh, serta masyarakat setempat.(Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












