Gubernur Pramono Safari Ramadan Bersama Pasien RSKD Duren Sawit

Gubernur Pramono Safari Ramadan Bersama Pasien RSKD Duren Sawit
120x600
a

“Harapan saya, siapa pun yang dirawat di tempat ini, setelah selesai menjalani perawatan dapat menjadi lebih baik. Yang paling penting, masyarakat juga harus bisa menerima sekaligus menghilangkan stigma yang ada,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono turut mendengarkan aspirasi dari pasien maupun petugas rumah sakit, salah satunya terkait isu perundungan (bullying). Ia pun meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mengkaji kemungkinan penyusunan kebijakan khusus terkait penanganan bullying.

Baca Juga :  Gelar Town Hall Meeting Bersama Lurah dan Camat, Gubernur Pramono: Jaga Jakarta Jelang Nataru dan Cuaca Ekstrem

“Saya akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat beserta jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan penanganan bullying,” tambahnya.

Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, Gubernur Pramono menegaskan kehadiran Pemprov DKI Jakarta tidak hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada para pasien yang tengah menjalani perawatan.

“Kami di sini untuk berbagi doa dan semangat, sekaligus memastikan para pasien yang sedang menjalani perawatan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, adil, dan merata,” tuturnya.

Baca Juga :  Cairkan KJMU Hingga S2 dan S3, Gubernur Pramono: Memutus Ketidakberuntungan

Menurut Gubernur Pramono, pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan mental masyarakat melalui berbagai upaya promotif, preventif, hingga rehabilitatif, mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.

Harapannya, masyarakat dapat memperoleh akses layanan kesehatan mental yang lebih baik sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif dan bebas stigma.(OTN-Deman)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *