Aktivitas ekonomi hanya berpindah tempat. Ketika program berhenti, aktivitas tersebut ikut menurun karena tidak ada lagi permintaan yang menggantikannya.
Pekerjaan yang berkelanjutan seharusnya tetap dibutuhkan meskipun program pemerintah berakhir. Jika keberadaan pekerjaan sepenuhnya bergantung pada anggaran dan program negara, maka pekerjaan tersebut bersifat sementara.
Pekerjaan yang sehat menciptakan nilai tambah yang membuatnya tetap dibutuhkan, bahkan saat program dihentikan. Ia bertahan karena ada permintaan pasar, bukan karena ada proyek, apalagi hanya proyek politik.
Jika tenaga kerja MBG hanya hidup selama program berlangsung, maka yang sebenarnya diciptakan bukan ekosistem ekonomi baru, melainkan ketergantungan sementara pada belanja negara.
Dalam jangka pendek terlihat seperti solusi sosial, tetapi dalam jangka panjang berisiko menjadi bom waktu sosial ketika program berhenti dan kekuasaan berganti, sementara kebutuhan hidup para pekerja tetap berjalan.
Pada akhirnya, nasib tenaga kerja MBG bukan sekadar soal ada atau tidaknya pekerjaan hari ini, melainkan tentang apakah negara sedang membangun fondasi ekonomi yang membuat mereka mandiri, atau hanya menciptakan rasa aman sementara yang bisa hilang seiring perubahan kebijakan dan kekuasaan.[***]
Oleh: Hamdi Putra, Forum Sipil Bersuara (FORSIBER)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed













