Dalam rangkaian acara, Kajian Ramadan yang disampaikan Cholidi Asadil Alam, S.IKom., M.I.Kom., M.E., mengingatkan pentingnya kesiapan spiritual menyambut bulan suci melalui kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa solidaritas terhadap masyarakat terdampak persoalan sosial di Sumatera maupun krisis kemanusiaan di Palestina merupakan bagian dari refleksi Ramadan yang nyata.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah harus diposisikan sebagai instrumen perubahan sosial yang dikelola secara profesional dan kolaboratif agar manfaatnya tepat sasaran dan berkesinambungan.
Sementara itu, kreator konten Khalil “Toktok” menyoroti peran generasi muda dan media digital dalam memperluas pesan kepedulian. Ia menilai pendekatan komunikasi yang relevan dan autentik di media sosial dapat menggerakkan lebih banyak masyarakat untuk peduli terhadap isu kemanusiaan.
“Anak muda memiliki kekuatan besar melalui konten digital. Jika pesan tentang Palestina, Sumatera, dan semangat berbagi dikemas dengan tepat, dampaknya bisa jauh lebih luas,” kata Khalil.
Menjelang Ramadan, Indonesia Collaboraction Forum 2026 diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa semangat berbagi dan kolaborasi adalah fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya dan berkeadilan. YAKESMA pun menargetkan terbangunnya sinergi yang semakin solid antara lembaga, mitra, komunitas, relawan, dan masyarakat luas dalam satu gerakan kebaikan berkelanjutan.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












