Talenta Sepak Bola Papua Tengah Butuh Perhatian, Petinggi PSSI Malah Mabok Jabatan

Talenta Sepak Bola Papua Tengah Butuh Perhatian, Petinggi PSSI Malah Mabok Jabatan
120x600
a

Terkait kepemimpinan PSSI, Indro secara tandas menolak adanya rangkap jabatan, apalagi jika Exco PSSI tidak paham secara mendalam tentang sepak bola. Itu jelas berbahaya.

“Kalau exco tidak paham sepak bola dan rangkap jabatan, itu bahaya serius,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan sebagai Exco PSSI adalah amanat yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh, tidak bisa sebatas nyambi.

“Federasi bukan tempat uji coba orang yang tidak mengerti ekosistem sepak bola. Rangkap jabatan berpotensi konflik kepentingan dan membuat keputusan tidak objektif,” tegasnya.

Baca Juga :  Buka Timika Inside Festival of Art 2024, Wamendagri Dorong Pemda di Papua Tengah Bangun Taman Budaya

Indro menilai PSSI harus diisi sosok yang benar-benar paham dan cinta pada sepak bola Indonesia. Bukan hanya di pusat, tapi di seluruh pelosok daerah.

“PSSI harus diisi orang-orang yang mengerti lapangan, mengerti pembinaan, dan mengerti penderitaan daerah, bukan sekadar politisi sepak bola,” tegas Indro.

Pendapat yang tak kalah tajam diungkap oleh pegiat sepak bola Papua Tengah, Harol Doko Kayame. Ia secara khusus menyoroti kepemimpinan di PSSI, sebagaimana disitat dari kanal berita bandungraya.inews pada Rabu (28/1/2026).

Harol menyebut PSSI mengalami krisis kepemimpinan, sehingga pembinaan sepak bola di daerah menjadi lesu darah.

Baca Juga :  Extrajoss dan Persebaya Lanjutkan Kerja Sama untuk Musim Liga 1 2024/2025

Menurut Harol, mandulnya pembinaan sepak bola terjadi karena pengurus PSSI doyan rangkap-rangkap jabatan. Contoh misalnya, Vivin Cahyani Sungkono merupakan Exco PSSI merangkap sebagai Plt. Ketua PSSI Jawa Barat.

Menurut Harol, kinerja kepemimpinan PSSI yang lambat tentu mempengaruhi gairah sepak bola di daerah, seperti terjadi Papua Tengah yang tak ada kompetisi usia dini. Bukan karena tidak mau mengadakan kompetisi, tapi motivasi dan dukungan dari PSSI tidak ada.

Baca Juga :  Peringati HUT RI Ke-79, Kemendagri Apresiasi Pemprov Papua Tengah Dukung Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

“Padahal Askab-Askab PSSI di Papua Tengah telah bersiap untuk bisa jalankan program kompetisi untuk perkembangan sepak bola daerah,” kata Harol.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 5 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *