Talenta Sepak Bola Papua Tengah Butuh Perhatian, Petinggi PSSI Malah Mabok Jabatan

Talenta Sepak Bola Papua Tengah Butuh Perhatian, Petinggi PSSI Malah Mabok Jabatan
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID Rangkap jabatan dalam kepengurusan PSSI disinyalir menjadi salah satu penyebab terabaikannya pembinaan dan pencarian bakat talenta sepak bola Papua yang sangat melimpah.

Pemerhati sepak bola nasional dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung, Irhash Ahmady, menilai gerakan PSSI untuk turun ke bawah dalam menggali potensi sepak bola di Papua Tengah masih sangat minim.

“Sejauh ini memang kita lihat belum ada talenta-talenta pemain dari Papua yang berhasil diorbitkan oleh PSSI. Padahal Papua Tengah contohnya, secara natural adalah gudangnya pemain sepak bola yang bagus, gitu loh,” kata Irhash saat ditelepon wartawan di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga :  Buka Timika Inside Festival of Art 2024, Wamendagri Dorong Pemda di Papua Tengah Bangun Taman Budaya

Irhash mendorong PSSI lebih rajin turun ke daerah-daerah, dan memberikan support kepada daerah dalam membangun iklim kompetisi dan even-even usia dini.

“Talenta lokal banyak, potensi dukungan sponsor juga melimpah, tapi tidak ada kompetisi dan even untuk pertandingan. Gimana mau maju, kan gitu pertanyaannya?” tukas Irhash.

Ia berharap PSSI bisa berkolaborasi secara intensif dengan assosiasi kabupaten (askab) dan assosiasi provinsi (asprov) agar tidak ada benang putus dalam pembibitan pemain, terutama dari Papua Tengah.

“Selama ini kan kesannya hanya diserahkan kepada askab dan asprov. Tapi dukungan lain kita belum lihat. Misalnya dukungan pendanaan, fasilitas, atau dukungan pelatih berlisensi. Itu semua harusnya jadi perhatian serius PSSI jika ingin talenta sepakbola di daerah seperti Papua bisa diangkat,” jelasnya.

Baca Juga :  Extrajoss dan Persebaya Lanjutkan Kerja Sama untuk Musim Liga 1 2024/2025

Talenta Sepak Bola Papua Tengah Butuh Perhatian, Petinggi PSSI Malah Mabok Jabatan

Sementara itu, Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menilai pengembangan talenta lokal memang harus dimulai dari para penggiat sepak bola lokal, termasuk di Papua Tengah.

Indro menggarisbawahi bahwa PSSI wajib hadir sebagai regulator dan fasilitator, sementara para penggiat Sepak Bola Papua Tengah secara proaktif melakukan aksi dalam menghidupkan atmosfer sepak bola lokal.

“Kalau daerah sudah siap, tapi federasi tidak turun tangan, itu namanya membiarkan sistem mati pelan-pelan,” tandas Indro.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *