Pemuda berdarah Melanesia ini mengatakan, riset-riset di bidang informasi dan teknologi menjadi bagian dari fokus Kontra Narasi, agar masyarakat dapat memiliki pengatahuan mumpuni dalam menggunakan media sosial.
Agar kinerja KontraNarasi semakin tajam dan maksimal, maka saat ini sedang dilakukan penataan dan pembenahan internal, agar para jurnalis sebagai kontributor sekaligus konten kreator bisa meng-counter isu ataupun narasi-narasi yang bersifat spam diberbagai platfrom media sosial.
“Saat ini fokus kami adalah pembenahan manajemen, serta penguatan sarana-prasarana. Termasuk melakukan penguatan kapasitas para kontributor, karena target kami bukan sebatas melahirkan produk jurnalistik saja, tapi sekaligus sebagai kreator konten yang handal,” tuntas Sandri Rumanama.
Sandri mengatakan mereka sedang mengagendakan dengan pihak Kepolisian, Kejaksaan agung, Badan Riset, Komdigi, KPI, Ombusman dan KIP.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











