“Kami ingin masyarakat mendapatkan sarana penyeberangan yang aman sekaligus ruang publik yang membanggakan, yang mencerminkan Jakarta sebagai kota global, tetapi tetap berakar pada budaya.”
“Harapannya, masyarakat ikut merawat, karena ini memang JPO juga untuk disabilitas, lansia, dan ada liftnya, sehingga kami sungguh sangat berharap kita rawat bersama-sama,” pungkasnya.
Sebagai informasi, selain dua JPO di atas, hingga November 2025, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga telah menyelesaikan pemeliharaan dan revitalisasi terhadap delapan JPO di berbagai titik, yaitu:
1. JPO Cakung Cilincing – Jl. Raya Bekasi, Jakarta Timur
2. JPO Tipar Cakung – Jl. Raya Bekasi, Jakarta Timur
3. JPO Pulogebang – Jl. Raya Bekasi, Jakarta Timur
4. JPO Ujung Menteng – Jl. Raya Bekasi, Jakarta Timur
5. JPO Pengadilan Tinggi – Jl. Letjen. Suprapto, Jakarta Pusat
6. JPO Rumah Pompa – Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat
7. JPO Warung Gantung – Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat
8. JPO Pasar Kenari – Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat
Pemeliharaan dan revitalisasi yang dilakukan, meliputi perbaikan struktur, peningkatan aksesibilitas, hingga penataan ulang pencahayaan di kedelapan JPO tersebut. Seluruhnya dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengalaman berjalan kaki di Jakarta. (OTN- Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












