JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah spekulasi bahwa pengangkatan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta adalah titipan dari PDI Perjuangan.
Pramono menegaskan, Uus terpilih menjadi Sekda DKI Jakarta menggantikan Marullah Matali melalui proses yang panjang dan ketat. Tidak ujuk-ujuk, apalagi titipan.
“Sebenarnya proses itu berjalan. Jadi awalnya 10 orang menjadi tiga orang (kandidat sekda) juga ada (proses),” ujar Pramono di Balai Kota, Senin sore. (1/12/2025).
Pramono menjelaskan, selain melalui seleksi terbuka, pemilihan Sekda Jakarta juga melibatkan manajemen talenta. Semua proses seleksi dilakukan hingga dipastikan yang terpilih adalah sosok terbaik.
“Tetapi memang dalam hal begini saya berkeinginan proses itu jangan terlalu hebohlah, yang paling penting memilih orang yang terbaik,” katanya.
Dari proses awal 10 kandidat, setelah itu muncul tiga nama kandidat calon, yakni Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto, eks Asisten Pemerintahan Setda DKI Sigit Wijatmiko, dan Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Syaifulloh Hidayat.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











