Ia menegaskan, kehadiran langsung di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus upaya memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh warga terdampak.
Penyaluran bantuan dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 14 Desember 2025, diawali dengan kegiatan kerja bakti bersama di lokasi terdampak. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban korban, tetapi juga membangkitkan semangat kebersamaan dan optimisme di tengah situasi sulit.
“Bencana memang menyisakan luka, tetapi kebersamaan adalah kekuatan yang menyembuhkan. Kepedulian, doa, dan kehadiran adalah energi untuk bangkit bersama,” tutur politisi Fraksi PKS tersebut.
Nevi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat solidaritas dan saling menopang, khususnya di masa pemulihan pascabencana.
“Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan dengan pahala berlipat, memberikan keteguhan bagi para korban, serta menjadikan kolaborasi kemanusiaan ini sebagai penguat persaudaraan kita,” pungkas Hj. Nevi Zuairina. (Ridwan/**)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












