Ragam  

120 Tahun Syarikat Islam: Sebuah Momentum Mahal

Catatan Saya Djosan Bang

Otonominews
120 Tahun Syarikat Islam: Sebuah Momentum Mahal
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Plenary Hall Jakarta Convention Centre pada Kamis, 6 November 2025 itu menjadi saksi dari sebuah gelaran akbar Kaum SI merayakan miladnya yang ke-120 tahun. Kapasitas gedung yang hanya 5.000 kursi tak cukup menampung kehadiran jamaah dari pelbagai daerah yang dikabarkan mencapai 8.000-an orang. Maka sekitaran plenary hall itulah jamaah kaum SI berlalu-lalang, hingga ada yang menggelar tikar sekadar untuk rehat. Sebagian menikmati nasi timbel yang dibawa dari rumah, menjadi warna khas yang tetap mencirikan corak kerakyatan pergerakan Syarikat Islam.

Tampak kesibukan lain yakni gelaran SI Connect Expo, diramaikan sekitar 100 gerai mempromosikan produk barang dagangan dan jasa dari pelbagai daerah seluruh Indonesia, dipercantik dengan keikutsertaan perusahaan dan lembaga yang menjadi mitra kerja Syarikat Islam. Ada PNM, Bank BSI, Bank Mandiri, LPDB, HKTI, dan KP2MI. Mitra koperasi yang turut berpartisipasi antara lain Koperasi Multipihak Pangan Lestari, Koperasi Agro Niaga Jagung Syariah, KSBP Sunan Drajat, dan Kopontren Qomaruddin. Expo yang digelar oleh Koperasi Syarikat Islam Mandiri itu memberi warna tersendiri sekaligus menjadi jawaban konkret untuk kehadiran Syarikat Islam dalam gerakan dakwah ekonomi sebagaimana didawamkan selama beberapa tahun belakangan. “Alhamdulillah, SI kembali hadir sebagai pengawal dan pemerkuat ekonomi umat, ekonomi kerakyatan, sebagaimana menjadi jati diri sejak awal keberadaannya,” ujar Nunung Suhudiah, ketua Koperasi Syarikat Islam Mandiri penanggung jawab expo. SI Connect Expo digelar selama dua hari, 5 dan 6 November.

Tiga event digelar bersamaan memang cukup menguras perhatian dan tenaga para pimpinan wilayah yang menghadirinya, karena harus pula mengikuti sesi-sesi kegiatan yang dilaksanakan dalam expo, antara lain Business Forum, Business Matching, Workshop UMKM. Juga Global Talkshow bertajuk Potential Trade Exploration between Indonesai-Rusia yang dihadiri Elizaveta, perwakilan Trade Representation of the Russian Federation in the Republic of Indonesia sebagai pembicara utama.

Rangkaian Milad SI tahun ini dimulai dengan acara Mukernas II Syarikat Islam di Grand Sahid Jaya Hotel 4-6 November 2025. Dihadiri para ketua DPW dan beberapa utusan DPC Syarikat Islam dari seluruh Indonesia, Mukernas dibuka resmi oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar. Hadir memberi pembekalan antara lain Menteri Koperasi RI Dr. Ferry J. Juliantono, peneliti senior BRIN Prof. R. Siti Zuhro, ekonom Prof. Didik J. Rachbini, dan ceramah pada penutupan oleh Jaksa Agung Muda bidang Intelijen Prof. Reda Manthovani. Seperti diungkap oleh Presiden Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, bahwa Mukernas kali ini memiliki peran penting dalam konteks penguatan misi Syarikat Islam dalam membangun ekonomi keumatan/kerakyatan yang lebih masif dan terukur yang bergandengan tangan dengan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo yang telah menetapkan kebijakan nasional untuk membangun penguatan ekonomi bangsa yang bertumpu pada kemandirian ekonomi rakyat di perdesaan. Dalam kerangka itulah maka Mukernas II dan Milad ke-120 Syarikat Islam mengusung tema Ekonomi Kuat, Ummat Berdaulat. Mukernas juga membahas hal-hal terkait kesiapan Kaum SI untuk menyongsong perhelatan Majelis Tahkim/Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam yang dijadwalkan diselenggarakan di penghujung tahun depan.

Usai penutupan Mukernas II yang ditutup oleh Wakil Presiden Syarikat Islam, Agustanzil Sjachroezah,  siang harinya para peserta Mukernas bergeser menuju JCC, berbaur dengan ribuan Kaum SI yang penuh semangat datang dari pelbagai daerah. Sebagaimana menjadi tradisi Kaum SI, acara dimulai dengan Tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh K.H. Agus Sukmana, M.Ag., Ketua DPC Syarikat Islam Kabupaten Bandung/pimpinan Ponpes Hamalatal Qur’an, didampingi qari Alihamzah, M.Ag.

Selain tokoh-tokoh SI seperti Rahmat Gobel, Achmad Farial, K.H. Muhammad Rofi’i, Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar, N. Syamsuddin Ch. Haesy, Barna Soemantri, A. Wahab Suneth, K.H. Fathul Adzim, M. Ridwan Kara, dan Sultan Madura Haji Her, beserta para ketua umum organisasi serumpun SI: Prof. Valina Singka Subekti (WSI); Dr. Usep Nukliri (Pemuda Muslimin Indonesia), Dr. Wahid Erawan (Gertasi), Aditya Yusma Perdana (Perisai SI) berkenan hadir pejabat tinggi dan lembaga negara, antara lain Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid; Wamenag Romo H.R. Muhammad Syafi’i; Wamenkop Farida Farichah; Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo; Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan H. Muhammad Mardiono; utusan dari Kepala Staf TNI-AD, TNI-AL, dan TNI-AU.

Sedianya Presiden Prabowo Subianto akan hadir, namun karena kesibukan yang padat beliau berhalangan. Amanat Presiden RI dalam menyambut Milad ke-120 SI diwakilkan kepada Menteri Koperasi Ferry J. Juliantono. Presiden berpesan soal pentingnya koperasi sebagai fondasi ekonomi rakyat. “Koperasi adalah instrumen paling efektif membangun kemandirian ekonomi umat. Pemerintah berkomitmen memperkuat gerakan koperasi hingga tingkat desa,” tegas Ferry. Presiden juga mengajak Syarikat Islam terus menjadi motor ekonomi umat dan teladan dalam kejujuran serta etika perjuangan.

Mengutip tema milad, Ekonomi Kuat – Umat Berdaulat, Ferry menyebutkan bahwa tema ini tentunya bukan sekadar slogan, tapi telah menjadi prinsip perjuangan historis Syarikat Islam. “Ekonomi Kuat” berarti umat memiliki kemampuan produksi, distribusi, dan konsumsi secara mandiri. “Umat Berdaulat” bermakna umat Islam mampu menentukan nasibnya sendiri tanpa bergantung pada kekuatan asing maupun oligarki domestik. Kekuatan ekonomi adalah benteng pertama kedaulatan politik dan kultural umat. Tanpa kekuatan ekonomi, kemandirian dan martabat hanya menjadi sebuah mimpi. Presiden Prabowo berpesan, mengajak Syarikat Islam harus kembali ke akar perjuangannya, membangun kemandirian ekonomi umat. Tiga agenda utama: Revitalisasi Gerakan Ekonomi Rakyat; Membangun koperasi modern dan usaha mikro berbasis jaringan; dan Menghubungkan pelaku usaha umat melalui platform digital yang adil dan inklusif.

Dalam sambutannya, Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyebutkan bahwa, “Tantangan umat dan bangsa yang utama pada saat ini adalah kondisi ekonomi yang timpang baik ketimpangan pendapatan antarpenduduk maupun ketimpangan antarwilayah Indonesia. Kondisi ketimpangan ini akan sangat berbahaya bagi persatuan dan solidaritas nasional kita sebagai bangsa, karena kondisi ketimpangan adalah kondisi ketidakadilan. Semakin besar ketimpangan semakin besar pula ketidakadilan. Oleh karena itu baik pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan harus menjadikan masalah ini sebagai masalah bersama yang harus diatasi secara bersama-sama pula, dengan gotong royong.”

Dalam kaitan itulah, lanjut Hamdan, Syarikat Islam mengapresiasi langkah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengambil jalan ekonomi baru, dengan arus utama pada pembangunan rakyat bawah dan desa termasuk secara masif membangun koperasi-koperasi desa dengan nama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh desa/kelurahan di Indonesia. Pembangunan yang menyasar dan berdampak pada peningkatan pendapatan dan pemberdayaan rakyat banyak. Orientasi pembangunan yang lebih fokus pada pembangunan yang berdampak langsung pada perbaikan perikehidupan rakyat.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *