“Jakarta adalah kota dengan keberagaman yang luar biasa, tempat berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan, serta saling melengkapi. Keberagaman ini adalah kekuatan besar sekaligus amanah bagi kita semua untuk menjaga keamanan dan ketentraman bersama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wagub Rano menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi dalam proses transformasi Jakarta menuju kota global, seperti potensi intoleransi, penyebaran hoax, provokasi berbasis identitas, hingga konflik sosial. Ia menyinggung peristiwa demonstrasi yang terjadi pada Agustus lalu sebagai pengingat bahwa ketahanan sosial masyarakat perlu terus diperkuat.
“Peran ulama sebagai warasatul anbiya (pewaris para nabi) sangatlah penting. Nasihat dan keteladanan para ulama mampu meredam provokasi, menenangkan suasana, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dan kebangsaan. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat sinergi antara ulama, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat,” jelasnya.
Wagub Rano menegaskan pentingnya komunikasi terbuka, saling menghormati, dan dilandasi kepercayaan sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian di Jakarta. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga kerukunan antar umat beragama. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











