PBHI Jakarta Kecam Pencabutan ID Wartawan CNN, Ridwan: Istana Kok Anti-Demokrasi

PBHI Jakarta Kecam Pencabutan ID Wartawan CNN, Ridwan: Istana Kok Anti-Demokrasi
Muhammad Ridwan Ristomoyo.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Jakarta, Muhammad Ridwan Ristomoyo, mengecam pencabutan kartu identitas liputan Istana milik jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia.

Langkah yang dilakukan Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden itu dinilai sebagai tindakan anti demokrasi sekaligus bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Pencabutan ID wartawan hanya karena pertanyaan kritis jelas tidak bisa dibenarkan. Itu tindakan yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” ujar Ridwan dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga :  Chef Apoy Suguhkan Kelezatan Spaghetti Rendang di HUT ke-12 Hotel 88 Mangga Besar VIII

Menurut PBHI, pertanyaan yang diajukan Diana terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari kerja jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dengan demikian, segala bentuk intimidasi atau penghalangan terhadap kerja jurnalis adalah pelanggaran hukum.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *