Haidar Alwi: BUMN Sediakan Energi Murah Menuju Kedaulatan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat

Haidar Alwi: BUMN Sediakan Energi Murah Menuju Kedaulatan Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat
Ir. R. Haidar Alwi, MT.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Pengamat kebijakan publik Ir. R. Haidar Alwi, MT, menilai BUMN seperti “raksasa tidur”: besar dalam aset, kecil dalam kontribusi nyata.

Pendapat Haidar itu mengacu pada kinerja BUMN yang hanya menyumbang dividen ke APBN sebesar Rp85,5 triliun atau kurang dari 1 persen dari total aset BUMN senilai Rp10.950 triliun pada 2024 atau lebih besar dari tahun 2023 (YoY) Rp10.402 triliun.

Meski demikian, Haidar menyebut kontribusi dividen dari hasil laba BUMN bukan semata-mata ukuran tunggal, karena perusahaan negara juga mengemban tugas memastikan kedaulatan bangsa.

“BUMN tidak boleh dipandang semata sebagai mesin laba. Ia adalah instrumen negara untuk memastikan kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” kata Haidar.

Baca Juga :  Kisruh Pagar Laut Pesisir Tangerang, Haidar Alwi: Usut Dugaan Pidana Korporasi

Danantara dan INA: Dua Kaki Besar Pengelolaan Aset

Sejak Februari 2025, pemerintah meluncurkan Danantara, superholding baru yang mengonsolidasikan saham negara di BUMN strategis seperti bank-bank besar, Pertamina, PLN, Telkom, hingga MIND ID.

Nilai kelolaan Danantara diproyeksikan lebih dari US$900 miliar, dengan modal awal Rp1.000 triliun.

Konsepnya mirip Temasek di Singapura. Bedanya, Danantara bukan hanya pemegang saham, melainkan pengelola nilai aset agar lebih produktif.

Di sisi lain, Indonesia Investment Authority (INA) yang berdiri sejak 2021 berfungsi sebagai platform co-investment dengan mitra global, mengelola aset US$10 miliar per 2025. Fokusnya ada pada proyek infrastruktur, energi terbarukan, hingga pusat data.

Baca Juga :  Haidar Alwi Tegaskan Tarif Impor AS 32 Persen Memiliki Sisi Strategis bagi Indonesia

“Danantara dan INA tidak boleh tumpang tindih. Yang satu mengoptimalkan potensi domestik, yang lain membawa modal global masuk dengan standar tata kelola internasional,” jelas Haidar, Kepada awak media, Kamis, (25/09).

PLN dan Kemandirian Energi

Sorotan berikutnya adalah transformasi sektor energi, terutama PLN. Dengan status sebagai pembeli tunggal listrik (single buyer), seharusnya PLN bisa menguasai pasar tanpa merugi.

Namun, laporan keuangan menunjukkan cerita lain. Tahun buku 2024, PLN meraih laba Rp17,76 triliun dari pendapatan Rp545,4 triliun. Semester I 2025, laba berjalan Rp6,64 triliun.

Meski positif, angka itu masih bergantung pada subsidi dan kompensasi tarif dari APBN sebesar Rp87,72 triliun.

Baca Juga :  Polri Berperan Menjaga Kedaulatan Pangan, Haidar Alwi: Kapolri Jenderal Sigit Punya Terobosan Luar Biasa

Menurut Haidar, ada tiga langkah besar untuk memperkuat PLN:

1. Efisiensi Sistem — renegosiasi kontrak pembangkit swasta dan modernisasi jaringan.

2. Diversifikasi Energi — mendorong porsi energi terbarukan hingga 76 persen pada 2034.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *