Menolak Lupa Jasa Polri, Haidar Alwi: Presisi Menjadi Pilar Kehormatan Bangsa

Menolak Lupa Jasa Polri, Haidar Alwi: Presisi Menjadi Pilar Kehormatan Bangsa
Tokoh Toleransi Indonesia, Ir. R. Haidar Alwi, MT.
120x600
a

Melalui koordinasi dengan PPATK, OJK, dan Kominfo, aliran dana haram diputus dan jaringan kriminal dibongkar.

“Prestasi-prestasi ini tidak boleh dipandang kecil. Polri ada di setiap titik rawan, dari TPS sampai jalur laut, dari dunia maya hingga kampung-kampung. Semua itu bagian dari pengabdian sunyi yang sering tidak dilihat publik,” jelas Haidar Alwi.

Dalam bidang kemanusiaan, Haidar mencatat begaimana Polri menunjukkan keberpihakan pada rakyat.

Unit PPA mendampingi korban kekerasan perempuan dan anak, memastikan pelaku tidak lolos dari hukum.

Dalam bencana alam, Polri berdiri di garis depan mengevakuasi korban, menjaga jalur distribusi bantuan, hingga mengatur ketertiban di tengah kepanikan.

“Objek vital negara, bandara, pelabuhan, kilang minyak, jalur tol, hingga pembangkit listrik, juga terlindungi berkat penjagaan aparat,” terangnya.

Baca Juga :  Todung Minta Kapolri Listyo Sigit Jaga Netralitas Polisi di Pilkada

Tidak berhenti di situ, kata Haidar, Polri bertransformasi melalui inovasi layanan publik: SIM online, SKCK online, SPKT digital, hingga kanal aduan berbasis aplikasi. ETLE digital diterapkan untuk menekan pungli dan meningkatkan disiplin lalu lintas.

“Bahkan di desa-desa, bhabinkamtibmas hadir sebagai mediator konflik, pembina pemuda, dan pendamping UMKM,” imbuhnya.

Haidar Alwi mengingatkan, kiprah Polri juga hadir di panggung internasional. Keamanan KTT G20, ASEAN Summit, hingga misi perdamaian PBB tidak lepas dari kerja aparat kepolisian.

Bahkan Malaysia memberikan penghargaan kepada Polri atas kontribusinya dalam kerja sama keamanan lintas negara. Penghormatan global ini adalah bukti bahwa Polri diakui bukan hanya di negeri sendiri, tetapi juga di mata dunia.

Presisi: Pilar Kehormatan Bangsa.

Baca Juga :  Polri Buktikan Dedikasi dalam Mengawal dan Menyukseskan Asta Cita Prabowo-Gibran

Bagi Haidar Alwi, pengabdian Polri adalah perjalanan panjang dari generasi ke generasi Kapolri. Setiap era memiliki tantangan dan pengorbanannya sendiri.

Kini, tonggak baru lahir di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi: Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan.

Presisi, bukan sekadar jargon, melainkan wujud reformasi nyata. Layanan digital yang makin cepat, penegakan hukum berbasis teknologi, dan transparansi perkara adalah bukti bahwa Polri tidak berhenti berbenah.

Menurut Haidar Alwi, era Presisi memperlihatkan bahwa Polri mampu menyeimbangkan profesionalitas dan kedekatan dengan rakyat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit bersama jajaran Presisi telah menunjukkan bahwa Polri bisa profesional, humanis, dan responsif.

Haidar Alwi menilai apresiasi atas kinerja mereka adalah bentuk penghormatan bangsa terhadap pengabdian yang tak terbantahkan.

Baca Juga :  Haidar Alwi: Prabowo Harus Pastikan Potensi Sumber Daya Alam Berubah Jadi Prestasi Ekonomi

Bangsa yang adil adalah bangsa yang berani mengakui jasa aparatnya. Kritik boleh, koreksi harus, tetapi penghargaan tidak boleh hilang.

“Menolak lupa jasa Polri berarti menjaga kewarasan bangsa. Jika kita terus menghapus pengorbanan mereka, sama saja kita sedang merobohkan pilar rumah kita sendiri,” pungkas Haidar Alwi.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *