Lebih lanjut, Legilaltor asal Sumbar II ini menyoroti pentingnya mengurangi ketergantungan pada impor BBM dengan mempercepat pembangunan kilang. Ia menyebut rencana pembangunan 17 kilang modular senilai US\$8 miliar oleh BPI Danantara sebagai peluang strategis. “Jika terealisasi, proyek ini akan memperkuat ketahanan energi, menstabilkan pasokan, sekaligus menghemat devisa impor migas,” jelasnya.
Nevi menegaskan, Fraksi PKS akan mendorong pemerintah memberi insentif fiskal agar proyek kilang modular tidak mandek seperti program sebelumnya. Ia juga mendorong agar pembangunan kilang dimasukkan dalam roadmap hilirisasi migas nasional, dengan integrasi ke sektor petrokimia untuk memberi nilai tambah lebih tinggi.
“Pertamina harus siap menambah impor sekitar 1,4 juta kiloliter hingga akhir tahun dan memastikan logistik berjalan lancar. Pemerintah pun perlu mengawasi ketat agar tidak ada kelangkaan di SPBU swasta,” pungkas Nevi Zuairina.(*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





